Seiring Berjalannya Waktu, Sudahkah Kita Bermetamorfosis?

Waktu adalah sepenuhnya milik kita. Waktu bisa memberi kita kebebasan untuk belajar dari kesalahan masa lalu. Di sisi lain, kita juga telah dibuat tak berdaya oleh waktu. Pernahkah kita berada di suatu momen ketika segala sesuatunya berjalan, yang mungkin saja tidak sempurna, tapi semua berjalan seperti yang seharusnya, dan tak ada apapun di dunia ini yang kita inginkan selain "freeze the time"?

Saya pernah, dan mungkin Andapun pernah. Namun sayang, kita tidak dapat melakukan itu. Dan kita cuma bisa mengatakan: "Biarkanlah ia pergi". Dan lalu kehidupan kitapun terus berjalan. Tetapi apakah kita telah ikut pula berjalan?

Mungkin faktor bahasa kita yang tidak menggunakan pembagian waktu (tenses), sehingga mendidik kita untuk tidak memandang waktu sebagai potensi yang berharga. Atau mungkin kembali lagi ke penghargaan masing-masing individu terhadap waktu. Sekalipun saya tidak yakin itu, tetapi merupakan suatu hal yang saya percayai.

Ada sebuah paradoks romantis tentang waktu. Dengan segala keterbatasan waktu yang kita miliki, saat mengambil keputusan dalam memulai hubungan (atau apapun juga), haruskah kita menunggu atau bertindak saat ini juga? Lalu sudahkah kita bisa turut merasakan betapa romantisnya kenangan yang ditinggalkan waktu atau betapa romantisnya harapan yang disediakan saat kita tak sabar ingin menyatukan cinta dengan orang yang kita harapkan menjadi partner berbagi hidup?

Betapa romantisnya. Tapi sebelum kita terjebak lebih jauh lagi dengan romantisme waktu ini, sebaiknya segeralah kita sadar. Waktu yang hanya sepanjang 24 jam memang bisa membatasi gerak-gerik karena diluar kendali kita sebagai manusia. Namun, satu hal yang ada di tangan kita, yakni kebebasan menentukan pilihan yang kita ambil. Keputusan yang saya dan Anda ambil saat ini mempengaruhi apa yang kita rasakan, dapatkan, dan lakukan di masa yang akan datang.

Setelah mengevaluasi perkembangan apa saja yang sudah kita alami selama ini, baik secara mindset maupun dalam hal fisik dan penampilan. Sudahkah kita sepenuhnya bermetamorfosis? Karena selain kegagalan yang terjadi di masa lalu, yang sudah tentu merupakan hal yang wajar dan manusiawi sekali, langkah yang paling penting adalah bagaimana kita bisa memutuskan untuk merangkul masa lalu kita.

Yah... kita harus bisa menghargainya sebagai bagian hidup yang paling berharga yang bisa menjadikan kita seperti hari ini dan yang terpenting yaitu sepenuh hati mencurahkan setiap potensi yang kita miliki untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Bila kita mau berubah, lakukanlah saja sekarang, saat ini juga! Tidak ada gunanya untuk menunda hingga besok, apalagi lusa. Keputusannya memang ada di tangan kita, tapi waktu yang kita pilih juga menentukan. Maka lakukan sekarang!


Image Hosted by ImageShack.us



1 komentar:

  1. yup, jgn sampai waktu meninggalkanmu dan akhirnya jadi menyesal ya

    BalasHapus