Award From Gaphe

A big thank you to Gaphe for giving me the award celebrates of the 100th post on his blog. Take a moment to check out her wonderful blog gaphebercerita.blogspot.com for yourself. Because on his blog, he tells of the journey he had made to several places such as Singapore, Surabaya, Makassar, Yogyakarta and several other places. Cuisine tasty or references in many places. Thanks friend, hopefully more and more the spirit of blogging.

Read More..

Bos Anda Adalah Cerminan Perilaku Anda

Bagi Anda yang bekerja di perusahaan mana saja, menjadi bawahan yang dipimpin oleh pimpinan yang simpatik, gak bossy, bukan pimpinan yang hanya bisa mengumbar janji surga, pimpinan yang mengasihi bawahannya, pimpinan yang gak suka menekan dan menyengsarakan seluruh karyawan, merupakan sebuah keberuntungan yang patut disyukuri dengan bekerja sepenuh hati, penuh semangat, tanpa stres oleh perilaku atasan Anda.

Seperti dalam sebuah rumah tangga, bila citra sang suami bagus, maka citra istrinyapun ikut bagus. Begitu pula dalam lingkup pekerjaan, bila citra seorang atasan bagus maka citra bawahannya juga turut bagus. Semua bermula dari atas dan mengalir ke bawah.

Pimpinan seperti itu merupakaan dambaan bagi bawahan yang memiliki pimpinan yang justru kebalikannya, apalagi yang cenderung arogan. Tentu menyebalkan bekerja dengan pimpinan seperti itu.

Nah Bagaimana bila keadaannya terbalik seperti itu? Dalam keadaan demikian, jujur saya pribadi kurang setuju bila Anda mengatakan “Jangan mencoba untuk mengubah perilaku atasan Anda : Sesuaikan perilaku anda dengan atasan Anda”. Hmm… mungkin akan lebih baik bila kalimat itu dibalik menjadi, “Cobalah untuk mengubah perilaku atasan Anda : Jadikan perilaku anda sebagai cerminan bagi atasan Anda”.

Karena bisa saja justru citra bagus atasan adalah cerminan dari citra bawahannya yang ciamik. Mengapa tidak? Tinggal pertanyaannya sekarang, bisakah kita menjadi cerminan bagi atasan kita? Yah setidaknya Anda pasti tahu dengan ungkapan seperti ini; belajar bisa dari mana saja dan dari siapa saja, ya kan? Soal berhasil atau tidak, tak ada salahnya untuk mencoba.

Maka mari jadikan diri Anda sebagai bawahan yang bisa dijadikan cerminan atasan Anda.

Sadari saja sejak awal bahwa Anda itu bawahan.
Nah kalau yang namanya bawahan ya... bawahan saja, nggak pakai acara punya perilaku seperti atasan. Masalahnya kalau bawahannya sudah kayak atasan, apa gunanya atasan belajar dari bawahannya bukan? Karena kalau bawahan sok nge bossy, yaa... atasannya juga nanti belajar jadi bossy, wew parah…hahaha

Juga jadilah bawahan yang apa adanya.
Bilang ‘BISA’ kalau bisa, bilang ‘TIDAK BISA’ kalau memang tidak bisa. Jangan pernah janji-janji surga. Karena bila tak terpenuhi Anda akan dianggap sebagai pengumbar janji surga. Parah bukan kalau atasan belajar dari bawahan macam itu? Hingga nantinya atasan jadi mengikuti perilaku Anda.

Ya… ya… bisa jadi kalau sekarang Anda punya atasan yang hanya bisa mengumbar janji surga (dan kalau ditanya mengatakan ‘tak pernah mengatakan itu’), mungkin atasan Anda malah sudah belajar dari Anda sebagai bawahannya. Kan Anda pasti setuju dengan pendapat yang mengatakan ini, inspirasi negatif atau positif bisa datang dari mana saja, …hahaha. Makanya sebagai bawahan jangan macam-macam dalam memberi inspirasi.

Dan kalau jadi bawahan jangan suka menjegal sesama kolega.
Karena sebagai bawahan tak berarti Anda jadi bos (hanya karena masih ada orang yang punya posisi di bawah Anda). Dan kalaupun Anda berpredikat manager, Anda itu masih bawahan manager senior. Jadi kalau Anda dikasihi senior Anda, ya kasihanilah bawahan Anda. Jangan pernah Anda dikasihi atasan, lalu Anda malah menekan bawahan dan membuat hidup bawahan seperti di neraka. Bahayanya nanti atasan Anda akan belajar dari perilaku Anda itu dan menjadi manusia yang suka menekan dan menyengsarakan seluruh karyawan.

PS:
Dibawah ini oleh-oleh award dari sahabat blogger, mbak Dina (Ducky). Dua buah Award yang memang belum ada dalam koleksi awardku, terimakasih ya mbak… Glad to know you.





Read More..

Pada Jaman Apakah Anda Dilahirkan?

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.(Wikipedia)

Sementara fungsi berikut ini adalah fungsi versi lain dari uang, yaitu sebagai alat test untuk mengetahui pada jaman apakah Anda dilahirkan...hahaha

Tidak percaya? Baiklah mari kita coba perhatikan gambar-gambar uang di bawah ini. Kemudian tanyakan kepada diri Anda, apakah Anda pernah menggunakan uang tersebut sebagai alat tukar?


Yang pernah menggunakan uang ini lahir pada jaman
RI Kesatuan



Yang pernah menggunakan uang ini lahir pada jaman
Republik Indonesia Serikat (RIS)



Yang pernah menggunakan uang ini lahir pada jaman
sebelum Republik Indonesia Serikat RIS



Yang pernah menggunakan uang ini lahir pada jaman
Penjajahan Jepang



Yang pernah menggunakan uang ini berarti lahir pada jaman
Penjajahan Belanda



Yang pernah menggunakan uang ini lahir pada jaman
Kerajaan




Nah kalau yang di bawah ini award bergambar uang kuno Liberte Egalite Fraternite Republique Francaise emisi tahun 1925 yang saya dapat dari Mbak Fanny, untuk yang pernah menggunakan uang ini berarti lahir pada jaman kolonial Belanda tapi berada di Perancis. Dan langsung saya pajang bersama postingan saya kali ini yang bertabur uang...hahaha


Dan satu lagi award dari Mbak Sinta (Penikmat Buku), yang lama terpendam dalam kotak awardku yang baru sempat saya pajang sekarang berhubung lama nggak update blog ini.
Terimakasih...



Read More..

Menganalisa Secara Berlebihan, Perlukah?

Kepintaran dan kejeniusan logika terkadang menjadi halangan yang sangat besar untuk meraih kesuksesan. Karena bisa saja otak logika kita sendiri menantang dan menarik kita untuk tidak maju dan hanya lari-lari ditempat, merasa sudah berusaha dan melakukan yang terbaik, tapi pada kenyataannya itu hanya dipikiran kita saja. Jadilah kita merasa maju dengan cepat dan berlari ke depan, tapi pada kenyataannya kita hanya lari di tempat. Mengapa? Karena kita sering berfikir dengan hanya berfikir kita sudah melakukan 'action' dan pada saat 'hasil' yang kita inginkan tidak kunjung datang, kita menyalahkan nasib atau takdir kita, padahal itu salah kita sendiri.

Lantas apa yang harus kita lakukan?

Berhenti menganalisa secara berlebihan, 'Just do it no matter what's going to happen'.

Mungkin kita ingat sebuah cerita Yunani kuno…
Beberapa ribu prajurit Yunani berlayar ke sebuah pulau, dan ternyata setelah mereka tiba di pulau tersebut mereka baru tau dan mendapati bahwa musuh mereka delapan kali lebih banyak. Sebenarnya mereka masih punya kesempatan untuk lari dan mundur, namun sang pemimpin sudah membakar semua kapal tanpa ada yang tersisa. Pilihan mereka kini tinggal dua; 'menang' atau 'mati' dan mereka akhirnya 'menang'. -***-


PS.
Aku dapet PR ini juga akhirnya, dari Mbak Fanny yang sekarang blognya strawberry abis (Ehk... tapi strawberry memang banyak faedahnya, dan salah satunya biar awet muda. Itu mungkin jadi sebab mengapa buah ini cocok disebut 'buah cinta'. Karena strawberry adalah buah yang dapat menjadi kado penuh cinta dari Anda untuk kesehatan tubuh Anda sendiri). Hei... kok aku malah bahas strawberry sih... hahaha.

Yup, kembali ke PR dari Mbak Fanny, nih dia awardnya :



Dan PR nya berbunyi begini, Anda harus meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel Anda :

1. Friendster
2. Google
3. Robby Hakim
4. AeArc
5. Surya-tips
6. Antaresa Mayuda
7. Ranggagoblog
8. Buwel
9. Sang Cerpenis
10. Rana Rasuna

Tapi ingat, sebelum Anda meletakkan link diatas, Anda harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link Anda sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Tapi ingat ya, Anda harus fair dalam menjalankannya. Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalah :

Ketika posisi Anda 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125

Dan semuanya menggunakan kata kunci yang Anda inginkan. Dari sisi SEO Anda sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline Anda mengklik link itu, Anda juga mendapatkan traffik tambahan.

Nah, silahkan copy paste saja PR ini, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website Anda di posisi 10. Ingat, Anda harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika Anda tiba2 di posisi 1, maka link Anda akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.

Award dan PR ini selanjutnya aku berikan juga kepada Mbak Ducky dan Mbak Penny, dah segitu ajah yang penting 'Just do it no matter what's going to happen'.


Read More..

Sekedar Meneruskan Kehidupan Untuk Musim Berikutnya

Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada (8)

Penghujung musim ini memberi sederet makna. Ada amarah menggelegak. Kala kebimbangan akan sebuah keputusan yang teramat berat, kala kekecewaan menghampakan sebuah harapan. Sungguh, amarah telah menjelmakan karakter lain. Dan aku enggan berdiri, lebih baik duduk diam, atau bahkan tidur. Hingga musim berikutnya, tatkala amarah telah terpadamkan.

Bagaimanapun tak sepatutnya amarah terlampiaskan kepada mahluk lain, bagaimanapun lebih mulia memendamnya hingga alih-alih orang lain, tangan dan kaki pun tak tahu bila amarah sedang menggelegak di hati. Memaafkan dan menyelesaikan setiap permasalahan, dari pada menghunuskan amarah. Dari sisi manapun takkan ada pembenaran dengan timbulnya amarah, kecuali permasalahan baru. Takkan ada penyelesaian hingga amarah terpadamkan, kecuali penyesalan...

Maafkan aku...
Apa dayaku bila aku hanya pohon yang tumbuh diantara dedaunan kering berserakan. Yang sekedar meneruskan kehidupan untuk musim berikutnya. Kehidupan yang kecil, berharga tapi kecil.

(dari penggalan hasrat yang tak teruraikan)

Image Hosted by ImageShack.us


PS.
Sekalian ingin pamer award dari mbak Fanda setelah kelamaan berenang dari hulu ke hilir di Sungai Hidup (apalagi di tepi sungainya ada rumah mungil, siapa yang nggak betah?).

Read More..

Enggan Menjadi Terlalu Pintar?


Mungkin Anda merasa aneh bila membaca judul posting diatas. Namun sebenarnya bukan tidak ada orang yang berprinsip demikian, dan pada kenyataan prinsip itu saya temukan pada salah satu rekan sejawat saya. Menyedihkan? Ataukah memang wajar adanya?

Mungkin motifnya yang saya ketahui bahwa terkadang rekan saya itu takut bila semakin pintar ia, maka semakin sibuk ia dengan pekerjaan yang akan dilimpahkan kepadanya, belum lagi rekan sejawat di Divisi lain yang pasti minta bantuan pula bila mengetahui ia menguasai sesuatu yang kebetulan mentok di Divisi tersebut.

Lantas bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sepaham dengan rekan sejawat saya itu?

Mudah-mudahan tidak, karena biar bagaimanapun justru dengan bertambahnya pengetahuan atau kepiawaian atau sebut saja kepakaran terhadap sesuatu, maka semakin terbuka lebar pintu amal ibadah buat kita masuki. Bukankah dengan kita bekerja selain tentunya untuk mencari nafkah juga selalu diniatkan sebagai ibadah kita? Dan bukankah pula, dengan kita membantu orang lain yang sedang kesulitan dengan suatu masalah (yang kita justru paham benar seluk beluknya) maka kita telah menambah amal kabaikan kita?

Mengenai rekan saya itu, sudah sering saya mengingatkannya akan tetapi susah memang bila segala sesuatu selalu dinilai dengan materi sebagai tolok ukurnya. Tetapi percayalah, Yang Maha Kuasa selalu tahu dengan perbuatan baik apa yang telah kita lakukan dan pastilah akan ada imbalannya, walau mungkin tidak selalu berbentuk materi. Yakinlah...

Image Hosted by ImageShack.us



PS:
Lama tidak update blog, jadi sekalian mau bagi-bagi award yang saya dapat dari sahabat blogger, Seti@wan Dirgant@Ra (terimakasih nih awardnya, jadi tersanjung dapat "Friendly Award Fatamorgana")

Photobucket


Dan saya bagikan juga kepada The Top Three Commenters di blog ini, yaitu : Mas Seno, Mbak Fanny, dan Mbak Fanda (terimakasih untuk atensinya selama ini).


Dan satu lagi hahaha..., award boneka lucu dari Mbak Irma (yang hampir di setiap postingnya selalu dipenuhi dengan kata-kata indah dan dalam, penuh makna).



Dragonadopters


Read More..

Kekuatan Lidah Di Era Rekomendasi


Ketika kemarin saya membaca Tinjauan Buku The Long Tail... di Blognya mbak Fanda, cukup menarik mengetahui pergeseran era informasi ke era rekomendasi.

Saat kita berkunjung ke sebuah blog, tentu dari sana kita akan dituntun untuk menuju blog lain yang terhubung atau merujuk dari apa yang dikatakan oleh penulis blog itu. Saat kita berkunjung ke suatu kota tentu biasanya kita bertanya kesana-kemari, makanan apa sih yang khas di kota itu dan dimana mendapatkannya? Juga seperti yang mbak Fanda bilang, "Coba kalau kita melihat barang yang belum pernah direkomendasi orang sama sekali. Pasti kita akan berpikir, wah, kok tidak ada yang merekomendasi ya? Jangan-jangan produknya jelek?". Dan masih banyak lagi contoh dalam kehidupan sehari-hari yang cenderung lebih menuruti petunjuk dari yang namanya lidah ketimbang mencari sendiri informasi dari media misalnya.

AC Nielsen, sebuah lembaga survei independen pernah mempublikasikan hasil surveinya (April 2007) yang menunjukkan bahwa dalam keputusan membeli, pengaruh kekuatan “lidah“ jauh mengalahkan kekuatan “media“. Dan konsumen ternyata lebih percaya pada “apa kata orang“ daripada “apa kata media“. Rekomendasi teman menempati urutan teratas (78%) mengalahkan informasi koran (63%) bahkan televisi (56%). Artinya bahwa dalam membeli produk apapun, konsumen lebih cepat percaya apa yang direkomendasikan orang lain (mungkin karena diyakini orang tersebut sudah merasakan sebelumnya) daripada apa yang disampaikan melalui iklan.

Mengetahui itu saya kemudian tertarik untuk setidaknya ikut merekomendasikan blog sahabat-sahabat saya melalui Award yang saya dapat dari sahabat saya di dunia blogger, mbak Fanny (Sang Cerpenis Bercerita). Terimakasih mbak, saya suka Award ini...



Sahabat blogger yang mendapatkan Award ini sekaligus sebagai bentuk rekomendasi saya untuk Anda kunjungi blognya adalah, Seno (Life is too short to drink bad coffee), Quinie (Ratu de Blog), Ducky (Duck Nge-Blog), Irma Senjaque (Duniaku... Love and Life), dan Anak Nelayan (Blog Anak Nelayan).


Image Hosted by ImageShack.us



Read More..

Hiburan Satu-satunya Saat Gue Tua Nanti

Dulu, setiap gue ingin ngerubah sesuatu yang kurang pas, gue ingin ngerubah segalanya secara total. Hingga kemudian gue berpikir, alangkah lebih efektifnya memperbaiki sesuatu yang kurang pas itu setahap demi setahap daripada harus ngerubahnya secara total. Mengevaluasi point-point mana saja yang membuat gue ngerasa gak puas, mencari sisi mana saja yang membuat gue ngerasa gak senang, baru kemudian mulai melakukan tindakan buat ngerubahnya.

Bukankah melakukan perubahan selangkah demi selangkah akan lebih membuat gue berpeluang besar buat mendapatkan hasil maksimal?

Hari pun datang silih berganti, dan kebiasaan itu kemudian menjadi kian seirama dengan gue, karena gue hanya ngejalani sebuah kehidupan kecil, melangkah dengan langkah yang gak terlalu tergesa-gesa, setiap langkah seakan menyuarakan satu ketukan nada merdu. Setiap langkah yang diayunkan terasa lebih bermakna tanpa tergesa-gesa, selama gue gak berhenti, gue tetap akan sampai ke tujuan. Berharap dapat melihat banyak keindahan pemandangan disepanjang perjalanan.

Bukankah dengan begitu akan banyak yang dapat gue kenang saat gue tua nanti?

Bukankah hanya kenangan indah di sepanjang perjalanan hidup yang telah gue lalui, yang menjadi hiburan satu-satunya saat gue tua nanti?

Gemericik suara hujan akan lebih terdengar merdu dari pada gemuruh suara air bah, sedemikian merdunya hingga menciptakan sebuah kerinduan tersendiri saat lama gak mendengarnya. Seperti rindunya gue pada seseorang di hari-harinya. (Bye sis, I hope all your dreams come true... )

Image Hosted by ImageShack.us

Read More..

Jauhkan Gue Darinya

Dendam hingga berlarut-larut, Gampang marah, Merendahkan orang lain, Enggan tersenyum, Gak sabaran, Gampang menyerah, Gak mau belajar dari kegagalan, Selalu melihat apa yang belum dimiliki, bukan apa yang sudah dimiliki, Persahabatan berubah jadi permusuhan, Perpisahan, kecuali kematian.

Dendam hingga berlarut-larut,
Karena mendendam itu berarti gak bisa memaafkan. Tuhan yang menciptakan kita saja selalu memaafkan hambanya yang bersalah kok, asalkan mau bertobat.

Gampang marah,
Dikit-dikit marah, dikit-dikit tersinggung, dijamin orang gak bakal betah dekat dengan kita.

Merendahkan orang lain,
Manusia kan diciptakan sama, hanya faktor keberuntungannya saja yang berbeda. Lantas apa yang membuat kita lebih berharga dari manusia lain? Hartakah? Kedudukankah? Kepandaiankah? Ketampanan dan kecantikankah? Semua itu gak lebih hanya ujian dari yang Maha Kuasa. Pada akhirnya semua itu akan sirna saat kita tua dan mati.

Enggan tersenyum,
Menandakan ketidak ramahan, susah didekati, keangkuhan, kesombongan dan seabrek kesan jelek yang melekat. Satu hal yang penting, memiliki sifat tersebut susah untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain.

Gak sabaran,
Hanya akan membuahkan kesalahan dalam bertindak, ketidak waspadaan, ketidak telitian dan kesemrawutan. Sungguh suatu sifat yang kontra produktif.

Gampang menyerah,
Selalu mengandalkan orang lain tanpa berusaha terlebih dulu, sifat seperti itu hanya akan menyusahkan orang lain, jauh dari kemandirian.

Gak mau belajar dari kegagalan,
Selalu, kegagalan itu adalah pelajaran berharga, sehingga kita gak akan pernah terjatuh lagi ke lobang yang sama.

Selalu melihat apa yang belum dimiliki, bukan apa yang sudah dimiliki,
Gak pernah bersukur dan menikmati apa yang telah dimiliki, malah terkesan rakus sehingga tak akan pernah tenang dan bahagia dalam menjalani hidup.

Persahabatan berubah jadi permusuhan,
Persahabatan yang awalnya begitu care, manis dan menyenangkan berubah jadi keterpaksaan berbalut kebencian, betapa gak menyenangkannya. Oh My God.

Perpisahan, kecuali kematian.
Sunguh menyakitkan kehilangan sesuatu yang telah kita cintai. Maka janganlah terlalu mencintai sesuatu bila tak ingin tersakiti manakala kita kehilangannya.

Sebenarnya masih banyak hal dan kebiasaan buruk lain yang gue selalu berusaha buat ngejauhinya, namun diatas tadi adalah salah satu PR dari Award yang gue dapat dari mbak Fanda (thanks, your blog is also full of inspiration).

Image Hosted by ImageShack.us
Read More..

Karena Memang Begitulah Gue Adanya

Apa yang pertama kali gue lakuin saat online di internet?
Sudah menjadi kebiasaan gue, saat pertama kali online di Internet adalah ngebuka email dan ngirim email. Atau ngehubungi seseorang yang baru dikenal, begitu pula dengan Anda bukan?

Mengapa itu yang gue lakuin?
Ah…, mungkin gue mulai ngerti bila ternyata memiliki ikatan dekat dengan orang lain adalah salah satu kunci penting untuk bahagia. Ketika gue bertindak ramah, bukan hanya orang lain yang bersikap lebih ramah kepada gue, tapi juga menguatkan rasa keramahan gue buat orang lain.

Namun gue ngerasa masih perlu ngebiasain buat nyempetin waktu 1 atau 2 menit buat nerusin informasi yang berguna, atau memberikan pujian yang membesarkan hati. Sungguh, bila gue telah terbiasa ngelakuinnya maka alangkah senang rasanya. Karena dengan menyumbangkan informasi yang berguna bagi orang lain atau memberikan pujian yang membesarkan hati, maka hal itu tentu akan menyenangkan orang lain. Bukankah berbuat baik akan menimbulkan rasa senang?

Maka tak ada salahnya pula bila gue belajar buat sebisanya nyembunyiin rasa ketidak bahagiaan gue manakala gue sedang galau abis, berpura-pura bahagia sampai gue benar-benar ngerasa bahagia. Karena saat gue tersenyum, maka senyuman itu tentu akan membangkitkan pula semangat orang lain.

Sungguh gue berharap bila gue tersenyum mudah-mudah dengan senyuman itu orang lain akan nganggap gue lebih ramah dan lebih mudah didekati, karena memang begitulah gue adanya.

Image Hosted by ImageShack.us
Read More..