Inilah Aku Sebenarnya (Karena Aku Menyayangimu)

Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada (12)

Tak ingin ku perdulikan serpihan yang ada disekitarku, yang sesekali menyibak rasaku. Terkadang, aku mencoba untuk berlalu hanya demi menjaga sebuah hati. Tapi jujur, aku tak mampu melepasmu. Disaat kedekatan ini begitu hangat. Ada perasaan ingin berkata jujur. Ingin menunjukkan siapa sebenarnya diri ini. Bahwa sebenarnya tidak seperti yang kau kira. Tapi dimanakah keberanianku? Hilang lenyap, dan menguap entah kemana begitu melihatmu.

Aku bisa saja beralasan; menunggu sinyal yang kau berikan, bahwa kau siap menerima kenyataan ini. Tapi sampai kapan?

Dan hari demi haripun berlalu, menyisakan seonggok rahasia karena keberanianku yang sirna, dibalut oleh rasa bersalah tak berkesudahan. Hingga akhirnya sinyal itu begitu jelas terlihat di ucap dan sinar matamu. Terjadi keinginanku berkata jujur padamu. Aku tahu, ini mempertaruhkan kedekatan yang ada selama ini. Tapi semua demi kau. It's really all for you.

Sungguh tak mudah ungkapkan itu. Dan samasekali tak ada niat mempermainkan. Segenap keberanian kukumpulkan. Dan dengan sedikit gagap kuungkapkan kenyataan pahit ini, yang sekalipun dapat mengubah pandanganmu tentang diri ini, aku ikhlas...

Terdengar nada terkejut dari suara lembutmu. Membuat hati semakin bergetar. Aku terus berbicara, dan berbicara, hingga tak terdengar suaramu. Dan aku semakin takut… Aku tau kau shok, aku tau kau terkaget-kaget, dan aku tau hatimu menangis.

Berat... Sungguh berat sekali hari ini. Percakapan yang diawali canda dan berakhir dengan linangan airmatamu.

Yah.. Inilah aku sebenarnya. Mungkin kau akan berubah, tapi kuharap tidak...
Karena aku sungguh sayang kamu.

Dan bila nanti, kau bertanya tentang isi hatiku? Entahlah...
Yang kutahu, aku selalu menyanyangimu. Dan sekuntum doa itu selalu ada, untukmu.

(dari rasa yang terlalu)

Image Hosted by ImageShack.us



Read More..

Aku Selalu Terjaga Untukmu

Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada (11)

Dapat aku mengerti bila salah satu dari dua hal yang pasti akan aku temui bila mencintai sesuatu; kebahagiaan ataukah menderita.

Dan lalu kehidupan kita terus berjalan. Bahkan berlari...
Lari dari segala macam hal, mungkin dari kehidupan itu sendiri.

Lantas kau bertanya; "Apakah ada orang yang bisa lolos dari kepedihan?"
Seperti saat kau bersiap untuk terlelap di malam hari, dan terbangun di keesokan paginya. Ia muncul dengan tepat waktu, agak sedikit terlambat saat kau sakit dan lemah.

Seringkali kau berharap untuk hari yang baik.
Jika itu hari yang baik, kau harus memberitahu dirimu; "Kau bisa menyelesaikannya".
Karena hari ini bisa jadi berbeda. Di hari ini mungkin sesuatu akan terjadi...

Lihat! Sebagian orang hidup dengan rasa sakitnya. Karena hanya itu yang mereka miliki. Dan mereka bersamanya, takut akan tergelincir.

Orang seperti aku, yang suka akan bermimpi, dengan atau cara lainnya.

Aku selalu terjaga...


(dari rasa yang terlalu)


Image Hosted by ImageShack.us



Read More..

Karena Hanya Kita Yang Tahu

Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada (10)



Tentang apakah ini yank…
Bila kusuka dirimu,
bila kusayang dirimu.
Namun apakah mungkin
kita bersama selamanya,
sekalipun mungkin
itu yang sama kita inginkan.

Tentang apakah ini yank…
Bila kusadari beda kita,
demikian pula dirimu.
Namun sungguh
kita ingin selalu bersama,
karena mungkin
itu yang sama kita inginkan.

Biarlah sayangku sayangmu
bagai telaga kemilau,
ingin memancarkan sinar
di bening matamu.
Biarlah sayangku sayangmu
bagai telaga biru,
ingin kupeluk cintamu
di kesepian hidupku.

Tak perduli tentang apa ini yank...
karena hanya kita yang tahu.
Tak perduli tentang apa ini yank...
karena hati kita dekat selalu.
Hingga kita takkan pernah pisah,
walau mungkin raga kita takkan pernah bisa
bersama selamanya.

(dari rasa yang terlalu)


Image Hosted by ImageShack.us


Read More..

Dariku Untukmu, Untuk Selamanya

Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada (9)

Tak seharusnya kau hanya terdiam dan hanya menunggu disaat jiwa dahaga ini begitu sabar. Mungkin yang harus kumulai sekarang adalah berharap melihat kembali fajar pagi. Saat kau bermimpi dalam tidur yang damai, aku bahkan takkan pernah bisa tertidur. Saat kau terbangun ku akan mencoba ceritakan semua yang telah kualami.

Dan malam malam begitu gelapnya dalam diri ini, hingga akhirnya dapat kumengerti: “Dengan cinta yang telah kau berikan, kau bisa menerangi langitku selamanya”. Itulah caramu memberi kebebasan, itulah caramu mengambil jiwaku. Ku hanya meminta matahari bersinar cerah agar bisa melihat senyummu lagi.

Akan kutulis dan kubuat seluruh dunia mendengar, dalam keheningan yang hanya untukmu, yang tak seorang pun bisa mendengar. Dan akan kubangun semua cinta yang terjaga selamanya.

Akan kita lakukan hal-hal yang kita inginkan, seperti yang sepasang kekasih lakukan. Berlarian di jalan setapak dan mulai menari segilanya. Karena kau hanya ingin merasakan kebahagiaan dalam cinta yang memberi. Maka kita akan memberi warna dunia kita, mewarnai pula semuanya, dahan, ranting, daun, semuanya. Warna pelangi untuk semua yang kau inginkan, warna bahagiamu.

Dan kita akan bermain di taman bunga, membuat jalan hidup di awal musim penghujan. Membuat sebuah tempat di mana cinta berpadu, terbang dengan cara seperti yang cinta ketahui. Karena kita akan terbang ke langit dan kita akan memilih dua buah bintang, dan kembali melewati celah bintang, cinta yang kita miliki, milik kita.

Kasih, kita berbagi manisnya kasih sayang yang kita tahu adalah nyata adanya; “Bahwa cinta bukanlah mimpi, tapi akhir sebuah kehidupan yang panjang”. Karena kau cintaku, kuakan memberi senyatanya dari semua yang kita butuhkan. Karena cinta yang telah kita dapatkan, untuk kita, untuk kau dan aku.

Sebab cintamu bagiku bukan awal, bukan pula akhir.
Cintamu, cintaku, cinta ini, bagiku selamanya.....
Cinta untuk selamanya.....

(dari rasa yang terlalu)


Image Hosted by ImageShack.us


Read More..

Sekedar Meneruskan Kehidupan Untuk Musim Berikutnya

Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada (8)

Penghujung musim ini memberi sederet makna. Ada amarah menggelegak. Kala kebimbangan akan sebuah keputusan yang teramat berat, kala kekecewaan menghampakan sebuah harapan. Sungguh, amarah telah menjelmakan karakter lain. Dan aku enggan berdiri, lebih baik duduk diam, atau bahkan tidur. Hingga musim berikutnya, tatkala amarah telah terpadamkan.

Bagaimanapun tak sepatutnya amarah terlampiaskan kepada mahluk lain, bagaimanapun lebih mulia memendamnya hingga alih-alih orang lain, tangan dan kaki pun tak tahu bila amarah sedang menggelegak di hati. Memaafkan dan menyelesaikan setiap permasalahan, dari pada menghunuskan amarah. Dari sisi manapun takkan ada pembenaran dengan timbulnya amarah, kecuali permasalahan baru. Takkan ada penyelesaian hingga amarah terpadamkan, kecuali penyesalan...

Maafkan aku...
Apa dayaku bila aku hanya pohon yang tumbuh diantara dedaunan kering berserakan. Yang sekedar meneruskan kehidupan untuk musim berikutnya. Kehidupan yang kecil, berharga tapi kecil.

(dari penggalan hasrat yang tak teruraikan)

Image Hosted by ImageShack.us


PS.
Sekalian ingin pamer award dari mbak Fanda setelah kelamaan berenang dari hulu ke hilir di Sungai Hidup (apalagi di tepi sungainya ada rumah mungil, siapa yang nggak betah?).

Read More..

Setiap Hari Selalu Membahagiakan, Tapi Gak Ada Hari Yang Lebih Membahagiakan Daripada Hari Ini


Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada (7)

Sepertinya sekencang apapun aku berlari dari kesulitan, ia akan tetap datang saat tiba waktunya ia menyentuh kehidupanku. Aku selalu berdoa agar dijauhkan dari cobaan kehidupan yang sulit dan selalu didekatkan dengan kebahagiaan. Namun jangankan diriku, siapa pun jika telah tiba masanya kesulitan itu datang, ia akan datang tanpa melihat siapa yang disentuhnya, tua atau muda, kaya atau miskin, apa jabatannya, ia datang bak suatu keharusan yang tak terelakkan.

Aku selalu belajar dan belajar untuk sedapat mungkin menerima dengan ikhlas saat kesulitan dan ketidak bahagiaan itu datang menghampiri. Selalu belajar dan belajar untuk tetap ikhlas membukakan pintu saat ia mengetuk pintu kehidupanku, berusaha dan selalu berusaha untuk tersenyum menyambut kedatangannya. Aku berharap mudah-mudahan dengan begitu kesulitan yang datang tidak akan membuatku patah semangat, tidak membuatku babak-belur jatuh terbanting-banting, berdarah-darah bak jatuh dari ketinggian. Bukankah dengan tidak merasa putus asa saja sudah merupakan suatu keberhasilan yang patut kusukuri?

Disaat-saat seperti itulah peran seorang sahabat sungguh teramat penting bagiku. Saat kesulitan itu diungkapkan pada sahabat, maka ia selalu mau mendengar penuh empati, memberi masukan dan saran berdasarkan pengalamannya, dan bilapun tidak dapat memberi saran, ia dengan tangan-tangan persahabatan merangkul membesarkan hatiku agar tetap tabah dengan cobaan dan kesulitan yang datang. Sungguh mengagumkan arti seorang sahabat. Maka betapa sebuah kehilangan yang melebihi kehilangan batu permata berharga rasanya, bila kehilangan seorang sahabat, sedih, sesal tiada tara.

Namun apapun itu seorang sahabat sejati tak akan pernah menyakiti apalagi meninggalkan kita, aku selalu yakin akan hal itu. Kemarin boleh merupakan gesekan kecil, namun hari ini adalah rangkulan saling memaafkan. Kemarin mungkin singgungan-singgungan kecil, namun hari ini adalah rangkulan saling memaklumi. Karena setiap hari selalu membahagiakan, namun tak ada hari yang lebih bahagia dari hari ini, cause we know who we are..

(dari hari yang paling membahagiakan)


Image Hosted by ImageShack.us

Read More..

Tetap Gue Ingat, Di Keindahan Sunset Kala Senja


Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada (6)

Apa sih yang gue mau? Saat gue gundah dan gak memperhatikan bahwa ia sedang gak ingin diganggu, gue malah seolah gak mengerti. Menghantarkan kebosanan dalam kalimat-kalimat gak bermakna.

Bosan.
Ya... itulah alasannya.

Bosan karena gue seolah cuma mengulang pembicaraan yang itu-itu saja.
Ah..., mungkin gue gak sadar, tapi sesungguhnya gue sendiri bingung, setiap gue bicarakan sesuatu padanya kini, apapun itu selalu berakhir salah dan salah, selalu salah.

Dulu, saat ia gak seperti ini. Ia begitu antusias menanggapi apapun yang gue ceritakan. Tapi kenapa sekarang ia sedemikian diamnya? Menanggapi seperlunya, seolah apa yang gue ucapkan hanyalah sampah gak berguna yang cukup ditanggapi seperlunya saja?

Sebenarnya gue cukup mengerti bila ia katakan "cukup..!", mengerti bila ia katakan "sudah hentikan bualanmu..!" atau "bicarakan saja masalah A atau B ..!", tanpa diikuti perlakuan merendahkan yang gak santun. Gue tahu bahwa sikapnya selalu dewasa, sangat dewasa malah. Tapi entahlah, hari itu betapa tidak dewasanya ia dengan sikapnya.

Gue sangat menghormatinya, menghargai privacy-nya, selalu berusaha menjaga sikap, selalu meminta maaf secepatnya setelah sadar bahwa gue salah. Ah... rupanya hari itu adalah ambang batasnya, ia telah menyentakkan benang merah persahabatan yang kian hari kian terasa hambar saja. Robek sudah lembaran persahabatan yang selama ini sebisanya gue jaga.

Kini tinggallah kenangan yang sama sekali gak indah buat dikenang. Ingin rasanya gue sesali karena pernah mengenalnya sebagai sosok sahabat yang begitu care. Namun, betapa gue gak akan pernah mampu karena gue sangat benci bila sebuah persahabatan berubah menjadi permusuhan.

Biarlah tetap gue ingat ia di keindahan sunset kala senja. Tetap gue kenang sebagaimana adanya ia dulu, cause I just want you to know who I am...

(dari epilog kisah persahabatan usang)


Image Hosted by ImageShack.us

Iris
Go Goo Dolls

And I'd give up forever to touch you
'Cause I know that you feel me somehow
You're the closest to heaven that I'll ever be
And I don't want to go home right now

And all I can taste is this moment
And all I can breathe is your life
'Cause sooner or later it's over
I just don't want to miss you tonight

And I don't want the world to see me
'Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

And you can't fight the tears that ain't coming
Or the moment of truth in your lies
When everything feels like the movies
Yeah you bleed just to know you're alive

And I don't want the world to see me
'Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

And I don't want the world to see me
'Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

And I don't want the world to see me
'Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

I just want you to know who I am
I just want you to know who I am
I just want you to know who I am


Read More..

Cara Kita Memandang Malam


Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada (5)

Sungguh takkan hilang dalam semalam...
Selalu teringat cara kita memandang malam, cara kita meyanjung malam, cara kita mengisi malam. Dalam geriap kisah malam terantuk-antuk bintang, tekankan kita dalam bayang di balik rembulan, pada kerap malam sebelum semalam. Semudah itukah menghapus semuanya?

Sungguh gak akan gue percaya lagi malam-malam yang kini...
Kisahnya terbungkus rapih dalam memory tetap. Menjadikan siang sebagai luapan amarah dalam emosi yang tak terduga. Dan malam yang kini dipenuhi kejenuhan, keengganan, keangkuhan, antipati tak bersahabat, renggangkan kita dalam bayang dibalik awan kelam, pada malam kini setelah semalam. Semudah itukah menyirnakan semuanya?

Malam kini kian meninggi, dan langkah kita kian hilang di pekat malam, meninggalkan jejak yang takkan pernah terhapus, cara kita memandang malam...

(dari malam-malam yang tak terlupakan)
Image Hosted by ImageShack.us
Read More..

Betapapun Gue Enggan Karena Gue Terlalu Cinta

Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada (4)

Telah gue pendam kesedihan ini jika rumput pun enggan tumbuh di sini. Sehingga jikalau air mata ternyata lebih menghilangkan dahaga, telah tiba saatnya gue harus mereguknya. Biarlah hujan disana telah melanda, biarlah gerimis disini tak kunjung tiba, sebab mungkin gue harus putuskan rasa. Betapapun gue enggan karena terlalu terbiasa...

Juga telah gue simpan cita ini jika asa pun tak bersahabat. Sehingga jikalau mimpi ternyata lebih sekedar bunga tidur, telah tiba saatnya gue harus pejamkan mata. Biarlah gue cintai heningnya pagi, biarlah gue cintai dinginnya malam, sebab mungkin gue harus putuskan pengharapan. Betapapun gue enggan karena terlalu berharap...

Maka telah pula gue cukupkan cinta ini jika kenyataan pun begitu menyakitkan. Sehingga jikalau menyendiri ternyata lebih menentramkan hati, telah tiba saatnya gue harus sendiri. Biarlah titian lama putus sebelum gue sampai, biarlah tak ada titian baru karenanya, sebab mungkin gue harus putuskan buat berhenti. Betapapun gue enggan karena terlalu gue cinta...

(dari rasa yang terlalu)
Image Hosted by ImageShack.us
Read More..

Menggapai cahaya, redup tetapi abadi



Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada" (3)


Andai cahaya itu hanya kunang kunang yang tak secemerlang gemerlap bintang di langit malam, namun pendaran cahayanya adalah purnama di gelapnya belantara hati.

Dan sekalipun kenyataan kadang tak sanggup menyirnakan dahaga, namun bingkai mimpi adalah lukisan mata air yang takkan pernah kering...

Adakah geriap hati kan terbawa desiran angin malam ini?
Sementara sekedar mendesahkan nafas anginpun diam?
Adakah gambaran jiwa kan terlukis di kanvas putih tak berdebu?
Sedangkan warna ini begitu pudarnya hingga tak kasat mata?

Kembali ke keterasingan, terseret langkah setengah hati, hantarkan kembali rasa, hambar ...

(dari rasa yang hilang)
Image Hosted by ImageShack.us
Read More..

Jangan pernah menoleh kembali, jika angin pun begitu


Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada" (2)


Gue sudah terlalu lama bersedih, dan jika bukan karena hari ini gue gak akan bisa berhenti. Seperti yang dulu pernah kau katakan, "Jangan pernah bersedih saat aku pergi dan takkan pernah kembali lagi. Jadi biarkan cinta... Simpan saja dalam kenangan. Hargai saja dengan apa yang telah kau miliki. Terangi dengan sepenuh cahaya yang hidup telah berikan padamu".

Telah kau ajarkan ke gue, cara menghargai kehidupan. Telah kau ajarkan pula, cara mencintai. Terimakasih untuk semua itu, untuk yang telah kau alirkan di setiap denyut nadi gue. Jadi biarkan cinta... Simpan saja dalam kenangan. Rasakan saja disetiap detak jantungmu. Hiasi dengan sepenuh cahaya yang hidup telah berikan padamu.

Gue sudah banyak menumpahkan air mata, dan jika bukan karena hari ini gue gak akan pernah bisa berhenti. Jadi biarkan cinta... Lihatlah tempat ia tumbuh menjadi... Seperti yang saat ini kau lihat menjadi yang pantas dicintai. Hargai saja dengan apa yang telah kau miliki. Berikan dengan seluruh pengharapan yang ingin kau rengkuh.

(dari yang terlupakan)

Image Hosted by ImageShack.us
Read More..

Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada

Kadangkala di tengah malam gue berfikir tentang kehidupan gue. Kehidupan yang kecil, berharga tapi kecil. Apakah gue menjalaninya karena gue suka? Atau karena gue gak pernah berani?
Sementara begitu banyak yang gue lihat, hingga sesaat gue terpana pada sesuatu, seseorang di hari-harinya...

Adakah jarak yang sejengkal itu demikian bermil-mil, hingga setiap detik demikian menyesakkan?
Tapi gue mampu bernafas, namun lebih terartikan gak! Apadaya, bila, tangan dan kaki ini tak mampu bergerak? Sanggupkah gue? Beranikah gue? Bukankah sebaliknya yang seharusnya berlaku?

Gue bukan mau jawaban yang sebenarnya, tapi gue hanya ingin mengantarkan pertanyaan ini ke dalam kekosongan, karena di dasar kekosongan itu gue berada.

(dari penggalan hasrat yang tak teruraikan)

Image Hosted by ImageShack.us
Read More..