Ulang Tahun... Apa artinya bagi seseorang? Tentunya adalah saat-saat membahagiakan tatkala kolega, teman, sahabat, kerabat, saudara, orang tercinta... mengucapkan "selamat ulang tahun", maka berlonjaklah hati dalam kegembiraan. Berlanjut datangnya kiriman kado, ucapan, dan berjuta kebahagiaan dari berbagai penjuru. Dan lalu apa yang akan dilakukan? Membuka kado, membalas ucapan-ucapan, atau makan-makan sekadar berbagi kebahagiaan di usia yang baru?
Bila ditanya apakah aku bahagia dengan usia yang bertambah? Jujur, kukatakan "tidak!". Aku merasa semakin tua dan menjadi renta. Sungguh ingin rasanya berjiwa seperti anak-anak kembali, tapi pastinya tak akan mungkin. (nyadar diri..hehe)
Tentunya kita tau kan? Wahana yang paling nikmat untuk bermain dan menikmati hidup adalah ketika kita masih muda dan anak-anak. Maka berbahagialah mereka yang masih muda, nikmatilah masa anak-anak kalian sebelum tua.
Mengapa kukatakan sebelum tua dan bukannya sebelum dewasa? Karena tak sedikit orang yang sudah tua namun berpikir dengan gaya tak dewasa. (ehm...)
Mengutip perkataan: "tua itu pasti, dewasa itu pilihan". Dan manakala seseorang telah memasuki babak pendewasaan, maka semakin lenyaplah masa-masa bermain. Mereka harus bisa mendewasakan dirinya bagaimanapun keadaannya.
Maka bila kita bertanya, patutkah berbahagia kala ulang tahun? Ketika usia bertambah dan menjadi tua, raut wajah menjadi keriput, rambut yang mulai beruban, dan kita kehilangan jiwa kemenangan yang dulu. Ketika pijakan usia di dunia tersisa semakin dangkal, menyusut oleh gilasan waktu secara perlahan namun pasti. Hingga pada akhirnya kita akan tertuju pada satu garis finish yang semua orang pasti sama-sama akan menjalaninya. Pembedanya hanyalah waktu, tempat, dan caranya saja.
Ahk, sahabatku, bila kau berulang tahun di hari ini dan membaca postinganku ini, janganlah kau merasa hari ini kau tak patut bersuka cita karena umurmu bertambah atau terperangah di depan cermin sambil memandangi wajahmu sudah mulai keriput atau belum, berlama-lama menyisir rambutmu helai demi helai kalau-kalau uban telah tumbuh. Hahaha...
Lebih baik rekoleksi dan introspeksi diri, lalu persiapkan diri untuk tingkat kedewasaan yang lebih matang di umurmu yang sekarang dan selanjutnya.
Mungkin inilah ungkapan perasaanku di hari ulang tahun, ketika umurku di dunia berkurang lagi setahun. Dan aku selalu menolak untuk menjadi tua, bukan berarti melawan gilasan waktu. Malah sebaliknya, untuk rekoleksi dan lebih mematangkan jiwa dengan mengkaji pengalaman hidup yang terkumpul. Selalu dan selamanya...


































