Inception, Gue Ngerasa Dihargai

Sabtu malam kemarin gue gak kemana-mana... ya karena capek, dan yang pasti karena di luar juga hujan gede seperti digelontorkan dari langit. Tapi gue gak mau terjerumus dalam kejenuhan di rumah gue sendiri, ya alhasil gua mikir... enaknya ngapain sebelum kantuk menjajah mata gue.

Sementara acara TV ngebosenin, sinetron melulu...huff (sorry kalo ada yang tersinggung, emang asli gue gak terlalu suka sama sinetron, telenovela, dan sejenisnya). Buka inet koneksi gak tau kenapa dari kemarin setiap loading tuh cursor lappy gue muter-muter mulu kayak kesetanan.

Akhirnya gue putusin buat nonton film yang pernah gue copy ke lappy gue. Bingung nyari film apa yang cucok dipelototin malam ini... Dan gue tertarik sama film berjudul Inception garapan Christopher Nolan yang diperanin Leonardo DiCaprio. Film lama, tahun 2010 (asli belum sempat gue tonton, terserah kalo kalian pada teriak berjamaah bilang huuu..., gak bakal gue gubris).

Ok, play and let's watch the movie...

Secara garis besar, ide film ini lebih menekankan pada manipulasi imajinasi yang dikemas dengan fantasi yang kompleks dalam wujud mimpi yang bertingkat. Banyak hal tak terduga hampir di setiap liku cerita. Dan terasa makin lengkap dengan efek-efek brilian dan sentuhan scoring yang mantap dari Hans Zimmer, berhasil membuat gue banyak mengernyitkan dahi untuk mencerna jalan ceritanya.

Eitt.. Jangan pernah berpikir gue emang dari sononya lemot karena susah mencerna jalan cerita film yang rumit yak.. enak aja! Gue tuh banyak mengernyitkan dahi nonton nih film karena gue butuh sedikit konsentrasi buat menghayati ceritanya, supaya benar-bernar bisa mengikuti alur filmnya, begituu... Padahal asli di awal-awal nonton film ini gue udah serius... serius dibikin bingung, hhrrr...

Gue di sini gak nulis sinopsisnya, cari aja di web lain... pasti nemu (sorry kalo kecele).

Di sini gue cuma mau bilang kalo gue takjub sama aksi-aksi dalam film Inception, yang seperti hujan malam ini, banyak menggelontorkan kejadian dalam alam bawah sadar karakternya dengan bumbu halusinasi visual.

Dan satu hal lagi yang gue suka dari film ini; gue ngerasa dihargai sama bung Nolan yang menganggap gue memiliki intelektualitas tinggi atau setidak-tidaknya dipercaya kalo gue sanggup berusaha untuk mencapai level intelektualitas yang mumpuni... pokpokpok.

Beres nonton sampe tamat, di luar masih hujan. Tapi sudah gak sederas tadi, cuma gerimis-gerimis mengundang kantuk. Dan gue landing di kasur bener-bener nyenyak bobo...


3 komentar:

  1. Saya pernah nonton film itu, penuh imajinasi, jauh dari penalaran manusia..agak membingungkan filmnya..:)

    BalasHapus
  2. Salam kenal teman,
    silahkan mampir di lapak saya ;)

    BalasHapus
  3. sepertinya kalo nonton seru deh

    BalasHapus