Penggalan Jurnal Kehidupan, Kisah, Inspirasi, Informasi, Tips, Opini

Rabu, 11 November 2009

Dariku Untukmu, Untuk Selamanya

Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada (9)

Tak seharusnya kau hanya terdiam dan hanya menunggu disaat jiwa dahaga ini begitu sabar. Mungkin yang harus kumulai sekarang adalah berharap melihat kembali fajar pagi. Saat kau bermimpi dalam tidur yang damai, aku bahkan takkan pernah bisa tertidur. Saat kau terbangun ku akan mencoba ceritakan semua yang telah kualami.

Dan malam malam begitu gelapnya dalam diri ini, hingga akhirnya dapat kumengerti: “Dengan cinta yang telah kau berikan, kau bisa menerangi langitku selamanya”. Itulah caramu memberi kebebasan, itulah caramu mengambil jiwaku. Ku hanya meminta matahari bersinar cerah agar bisa melihat senyummu lagi.

Akan kutulis dan kubuat seluruh dunia mendengar, dalam keheningan yang hanya untukmu, yang tak seorang pun bisa mendengar. Dan akan kubangun semua cinta yang terjaga selamanya.

Akan kita lakukan hal-hal yang kita inginkan, seperti yang sepasang kekasih lakukan. Berlarian di jalan setapak dan mulai menari segilanya. Karena kau hanya ingin merasakan kebahagiaan dalam cinta yang memberi. Maka kita akan memberi warna dunia kita, mewarnai pula semuanya, dahan, ranting, daun, semuanya. Warna pelangi untuk semua yang kau inginkan, warna bahagiamu.

Dan kita akan bermain di taman bunga, membuat jalan hidup di awal musim penghujan. Membuat sebuah tempat di mana cinta berpadu, terbang dengan cara seperti yang cinta ketahui. Karena kita akan terbang ke langit dan kita akan memilih dua buah bintang, dan kembali melewati celah bintang, cinta yang kita miliki, milik kita.

Kasih, kita berbagi manisnya kasih sayang yang kita tahu adalah nyata adanya; “Bahwa cinta bukanlah mimpi, tapi akhir sebuah kehidupan yang panjang”. Karena kau cintaku, kuakan memberi senyatanya dari semua yang kita butuhkan. Karena cinta yang telah kita dapatkan, untuk kita, untuk kau dan aku.

Sebab cintamu bagiku bukan awal, bukan pula akhir.
Cintamu, cintaku, cinta ini, bagiku selamanya.....
Cinta untuk selamanya.....

(dari rasa yang terlalu)


Image Hosted by ImageShack.us


Share:

11 komentar:

Unknown mengatakan...

wow, kekasihmu pasti langsung klepek2 kalo baca ini. romantis bgt deh

SeNjA mengatakan...

:D sip

ducky mengatakan...

rana, saya suka banget baca paragraf ke 3 dr bawah... hehehe, apalagi awal musim penghujan, november kan.. baru dong... (nebak2 buah kedondong nih :)

whatever... jgn sampe menduakan cinta, sebab itu termasuk perbuatan syirik haha

ducky mengatakan...

bentar nih, ran, kamu merit ya...
kebetulan pas baca ini lagi dgr lagu... ketika cinta bertasbih nadinya berdenyut merdu.kembang kempis dadanya..cari napas niih.. :X
sujud syukur padaMu...atas segala cintaa... halah jadi nyanyi

Unknown mengatakan...

@fanny: wah? masa sih mba'
@irma: sepplah :D
@ducky: hekzz ,,tebak deh mba'...heuheuheu

SeNjA mengatakan...

apa kabar sahabat ??

lama tak bertemu dgn mu ^_^

berkunjung ke sini, kembali aku membaca tulisan ini lagi... tentang cinta dan perasaan yg mendalam,indah....

Anonim mengatakan...

kunjungan [erdana
nice
salam hangat selalu

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

ouh sejuk sejuk!

Seno mengatakan...

So sweet, never ending loving (Jadi inget Suryaden).

Lama sekali g update sob? Apa kabar?

Berry Devanda mengatakan...

so romantic...
salam kenal mas...

- mengatakan...

Cinta. Bisa mengubah seseorang menjadi pujangga dalam semalam!

Posting Komentar