Penggalan Jurnal Kehidupan, Kisah, Inspirasi, Informasi, Tips, Opini

Sabtu, 04 April 2009

Seputar Pria Mapan, Tampan, Dan Yang Pandai Menjaga Sikap

Kriteria apa saja yang dimiliki oleh seorang pria sehingga dapat menarik minat wanita? Bagaimanapun juga seorang wanita tentu lebih memilih pria yang sempurna sebagai pasangan mereka, karena siapa sih yang nggak mengangankan pasangan yang sempurna?

Pria mapan:
Apakah kekayaan menjadi tolok ukur wanita dalam mencari lelaki idaman?
Sejak dahulu pria adalah kepala rumah tangga yang harus memenuhi segala kebutuhan istri dan anak-anaknya. Maka wajar bila kekayaan menjadi salah satu tolok ukur seorang wanita dalam mencari lelaki idamannya.

Lantas seperti apakah pria mapan itu?
Pria mapan kini dapat didentikkan dengan 5C: Career, car, condominium, credit card, dan club. Untuk disebut mapan seorang pria harus memiliki kerjaan mapan, mobil keren, kondominium, kartu kredit, dan tergabung dalam klub atau kelompok gaul tertentu.

Kaum pria memiliki kecenderungan untuk mempertontonkan atribut kemegahannya untuk menarik hati wanita. Namun demikian ternyata para wanita lebih memilih pria atraktif dan berstatus ekonomi menengah saja sebagai pilihan utama.

Pria tampan:
Benarkah ketampanan adalah daya tarik fisik bagi wanita?
Pria tampan dikatakan mempunyai sperma paling bagus kualitasnya. Demikian sebuah penelitian mengungkapkan hal ini. Para peneliti menunjukkan bahwa pria-pria yang sangat sehat secara fisik, memiliki sperma yang bergerak cepat, paling menarik minat bagi para wanita. Maka pria yang memiliki wajah tampan diasosiasikan memiliki gen yang bagus dan kuat.

Namun setampan apapun seorang pria jika dia tidak mampu membuat seorang wanita merasa berharga, tidak bisa membuat seorang wanita menjadi yang paling cantik maka besar kemungkinan wanita itu akan menjauhinya kelak.

Pria yang pandai menjaga sikap:
Benarkah pria yang pandai menjaga sikap merupakan daya tarik psikologis bagi wanita, sekaligus merupakan tolok ukur seorang pria menjadi pujaan wanita?
Sebuah sikap yang manis, sebuah sikap yang melindungi, sebuah sikap yang mau mengerti, sebuah sikap yang jujur, sebuah sikap keterbukaan, sebuah sikap untuk memuaskan pasangan, serta sebuah sikap untuk komitmen pada pasangan tentu lebih kekal dan sulit untuk dilupakan oleh seorang wanita melebihi ketampanan seorang pria manapun.

Tetapi apa yang menjadi kriteria terpenting bagi wanita dalam memilih pasangan untuk jangka panjang (suami)?
Mungkin sedikit sekali yang akan menempatkan faktor tampang atau penghasilan sebagai yang nomor satu.

Tapi, seandainya para wanita diperbolehkan untuk membayangkan suami impiannya, kedua faktor tersebut pastilah akan masuk bersama-sama dengan kriteria terpenting mereka yakni faktor sikap. Bagaimanapun juga, siapa sih yang nggak mengangankan pasangan yang sempurna?

(dari berbagai sumber)
Image Hosted by ImageShack.us
Share:

Minggu, 29 Maret 2009

Alasan Pria Bersunat

Menurut penelitian, di seluruh dunia hanya sekitar 30 persen pria yang disunat. Di negara muslim, hampir seluruh pria disunat. Sedang negara Barat yang banyak warganya disunat adalah Amerika Serikat, yang mencapai 79 persen.




Alasan pria bersunat selain mengikuti ajaran agama, juga karena faktor kebersihan alat kelamin. Dengan bersunat tidak ada lagi yang menghalangi jalan keluar urine sehingga tidak ada sisa kotoran yang tertampung pada alat kelamin.

Pria yang bersunat tidak hanya lebih kebal dari risiko tertular HIV/AIDS, tapi juga dua penyakit lain yang ditularkan via kelamin yakni herpes dan papollomavirus manusia (HPV). Meski begitu, bersunat tidak bisa menahan penularan sipilis.

Manfaat lain dari bersunat selain jadi lebih sensitif, tidak mudah lecet dan terkena iritasi, bersunat juga punya pengaruh terhadap kehidupan seksual laki-laki. Ia akan terhindar dari ejakulasi dini.

(dari berbagai sumber)
Image Hosted by ImageShack.us
Share:

Minggu, 15 Maret 2009

Siklus Perjalanan Hidup


Momentum

Waktu selalu mengingatkan jiwa akan rotasi hidup ini. Kehidupan yang nyata berjalan, sebagaimana siang dan malam menjadikan bukti kehidupan tak pernah diam.
Sebuah rotasi, sebuah perjalanan, itulah hidup ini. Siang dan malam adalah siklus keharusan yang silih berganti. Kemarin, esok, lusa ataupun hari ini adalah siklus perjalanan hidup yang sekalipun kadang kita merasa terasingkan atau terpojokkan didalamnya, namun itu bukan merupakan akhir dari siklus perjalanan hidup.

Kehidupan tidak pernah berhenti di satu titik (v), adakalanya memang kita merasa terasingkan atau terpojokkan (m). Tetapi itu bukanlah akhir dari segalanya (P).



Kesimpulan :
Kehidupan selalu berputar. Maka saat kita merasa terasingkan atau terpojokkan, itu bukanlah akhir dari segalanya.


Salam tulus,
Image Hosted by ImageShack.us
Share:

Sabtu, 07 Maret 2009

Ketulusan


Relativitas Dilatasi Waktu

Ketulusan memang lebih mudah diucapkan dan dituliskan daripada dipraktekkan sebab ia berasal dari lubuk hati yang paling dalam, yang hanya memberi dan tak pernah berharap akan mendapatkan balasan.

Mengukur sebuah ketulusan memanglah rumit, karena ia bias dan baru terlihat akurat seiring putaran waktu (Dt). Ia sangat dipengaruhi oleh gerak relatif kerangka (v), dan kecepatan cahaya (c). Dan malah kadang baru terukur ketika ia telah menjadi kerangka diam (Dto).

Maka rumus menghitung ketulusan :

Dt = Dto / Ö(1 - v²/c²)


Kesimpulan :
Ketulusan memang sulit dibuktikan. Ia biasanya hanya akan terlihat seiring perjalanan waktu. Bahkan kerap terbukti ketika yang bersangkutan telah tiada.


Salam tulus,
Image Hosted by ImageShack.us
Share: