Penggalan Jurnal Kehidupan, Kisah, Inspirasi, Informasi, Tips, Opini

Minggu, 03 Juni 2018

Branding Produk

Dalam bahasa Indonesia kata "brand" dan "branding" memiliki makna yang berbeda. Bila kata brand berarti “merek”, maka branding memiliki pengertian “segala aktivitas komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan untuk tujuan membangun dan membesarkan suatu merek dari suatu produk atau jasa”.

Branding suatu produk adalah aktivitas yang sifatnya kontinyu dan penuh dengan inovasi-inovasi. Adalah suatu kesalahan jika berfikir bahwa “suatu produk yang sudah dikenal luas atau sudah mencapai target penjualan, maka proses branding terhadap produk tersebut sudah selesai”.
Sementara di saat yang sama, para kompetitor terus menerus memacu inovasi kreatif untuk dapat berada di puncak persaingan. Hal ini yang menyebabkan inovasi terhadap branding suatu produk tidak boleh berhenti dan seharusnya dilakukan secara kontinyu, terstruktur, kreatif, dan terukur.


Pengertian Branding Menurut Para Ahli :

Kotler (2009)
Menurut Kotler, pengertian branding adalah pemberian nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, atau kombinasi dari kesemuanya, yang dibuat dengan tujuan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa atau kelompok penjual dan untuk membedakan dari barang atau jasa pesaing.

Landa (2006)
Menurut Landa, pengertian branding adalah bukanlah sekedar merek atau nama dagang dari sebuah produk, jasa, atau perusahaan. Namun semuanya yang berkaitan dengan hal-hal yang kasat mata dari sebuah merek mulai dari nama dagang, logo, ciri visual, citra, kredibilitas, karakter, kesan, persepsi, dan anggapan yang ada di benak konsumen perusahaan tersebut.


Jenis-Jenis Branding :

1. Cultural Branding

Merupakan usaha pemberian identitas atau merek yang disesuaikan dengan keadaan reputasi suatu bangsa atau orang-orang dari daerah tertentu.

2. Product Branding

Merupakan usaha pemberian identitas pada sebuah produk yang mampu memengaruhi konsumen untuk memilih produk tersebut dibandingkan produk pesaing lainnya.

3. Geographic Branding

Sebuah usaha pemberian identitas yang memiliki tujuan dalam memunculkan gambaran dari produk atau jasa yang identik dengan nama sebuah lokasi sehingga bila lokasi itu disebut maka orang akan langsung mengingat brand tersebut.

4. Personal Branding

Usaha yang digunakan oleh perseorangan untuk menjadikan diri mereka sebagai brand yang dikenal dan diingat sehingga memiliki penilaian atau pandangan tersendiri dari masyarakat umum. Contoh personal branding adalah artis, pemusik, ataupun orang-orang terkenal lainnya.

5. Corporate Branding

Aspek branding dari sebuah perusahaan yang dimulai dari produk yang ditawarkan hingga kontribusi pegawai perusahaan terhadap masyarakat.


Unsur-Unsur Branding :

1. Nama Merek
Nama adalah hal pertama yang harus dipenuhi jika kita akan melakukan branding. Tanpa sebuah nama, maka produk tidak akan memiliki identitas yang akan memudahkannya untuk dikenali masyarakat.

2. Logo (logo type, monogram, bendera)
Dalam pembuatan logo, perhatikanlah faktor keunikan dan image yang sesuai dengan brand. Logo yang unik akan meninggalkan kesan tak terlupakan bagi konsumen.

3. Tampilan Visual
Tampilan visual ini bisa diaplikasikan pada desain produk, desain kemasan, desain seraga, dan lain sebagainya. Menggunakan tampilan visual dengan warna-warna yang cerah atau elegan akan menambah pencitraan terhadap sebuah produk.

4. Penggunaan Juru Bicara
Juru bicara dalam hal ini bisa jadi seorang co-founder dari perusahaan, maskot, tokoh perusahaan, atau orang terkenal yang telah diajak bekerja sama untuk meningkatkan pemasaran produk.

5. Suara (lagu tematik)
Kehadiran sebuah lagu akan melengkapi unsur visualisasi branding dan membuatnya lebih indah dan lebih diingat.

6. Kata-kata (slogan, tagline, jingle, akronim)
Slogan yang cerdas selalu meninggalkan kesan mendalam. Dalam proses pembuatan brand, gunakan kata- kata yang memiliki unsur ceria dan positif, mudah diingat, dan beda dari brand lain.


Jadi kegiatan branding tidak hanya berpusat pada produk yang ingin di sampaikan. Tapi juga memanfaatkan hal-hal di luar produk demi meningkatkan citra produk yang baik.
Disinilah bagian dari mindset kreatif harus diterapkan.

Bila melihat sebuah iklan rokok misalnya, rokok sebagai produk utama tidak pernah di gambarkan secara explisit. Iklan tersebut berusaha menaikan citra sebuah produk dengan memanfaatkan hal-hal di luar produk tersebut.
Itulah fokus utama dari setiap perjalanan branding.

Share:

Selasa, 31 Desember 2013

Pekerja Keras atau Penggila Kerjakah Anda?

Sebenarnya, ada dua tipe pekerja yang aktif, yaitu pekerja keras dan penggila kerja. Kedua tipe pekerja itu jelas berbeda. Seorang pekerja keras mengutamakan pekerjaannya selesai dan benar-benar total mengerjakannya. Sementara seorang penggila kerja akan mengerjakan pekerjaannya tanpa paksaan atau tidak takut pada kerjaan yang menumpuk. Mereka malah senang mengerjakannya meski sudah lewat jam kerja.
Meski begitu, dibandingkan pekerja keras, penggila kerja tidaklah sehat. Pekerja keras dikatakan lebih sehat karena mereka terkendali dan dapat dilakukan setiap hari. Sebaliknya, sifat workaholic sebaiknya tak muncul tiap hari karena akan mengganggu kesehatan dan kesulitan bersosialisasi.

Jika dilihat dari jam kerjanya, jam kerja efektif seorang pekerja keras berkisar antara 40 sampai 50 jam per minggu. Ini pun amat membutuhkan intensitas dan konsentrasi ekstra yang sangat tinggi di tempat kerja. Sementara seorang workaholic rata-rata bekerja hingga 90 jam per minggu, tapi kebanyakan tidak efektif.

Bagi kebanyakan orang yang bertipe workaholic, mereka menganggap bekerja itu mengasikkan (fun), sama seperti mereka ketika sedang bermain. Akan tetapi, bukan berarti tidak boleh mengenal lelah. Terlalu senang bekerja hingga tak kenal lelah bisa menimbulkan berbagai hal buruk, tak terkecuali kematian.

Ada enam hal buruk yang bisa muncul dari kebiasaan gemar kerja secara berlebihan:

1. Lupa Caranya Santai

Orang yang terlalu berlebihan dalam bekerja akan kesulitan untuk bersantai. Kelelahan yang dihasilkan dari bekerja menyebabkan orang susah tidur, berat badan terganggu, hingga tekanan darah meningkat.

2. Pola Makan Jadi Tak Teratur

Mereka yang bekerja secara belerbihan cenderung tidak mengatur pola makannya. Di samping itu, jadi lebih sering memilih makanan cepat saji dibanding makanan sehat. Hal itu berdampak buruk ke tubuh.

3. Lupa Tidur

Bekerja secara berlebihan bisa membuat orang lupa tidur. Tidur yang kurang dari enam-delapan jam per hari bisa menyebabkan gangguan ingatan, kesulitan berkonsentrasi, dan obesitas.

4. Kurang Olahraga

Tidak hanya membuat orang lupa makan, lupa tidur dan lupa santai, orang yang terlalu memprioritaskan pekerjaan di atas segalanya juga cenderung lupa olahraga. Padahal, olahraga penting untuk menjaga kondisi tubuh ke depannya.

5. Jadi Gemar Minum Minuman Keras

Dalam sejumlah kasus, mereka yang gemar bekerja juga gemar mengkonsumsi alkohol. Alkohol dianggap sebagai pelarian yang tepat saat kelelahan. Padahal, alkohol memilik efek buruk, terutama bagi jantung.

6. Tak Kenal Sakit dan Lelah

Mereka yang terlalu gemar bekerja cenderung tidak peduli akan kondisi sendiri. Walhasil, sakit dan lelah pun tak dianggap sebagai hal yang patut diperhatikan.

Dibawah ini adalah beberapa kebiasaan utama seorang workaholic :

1. Hanya berpikir untuk bekerja

Workaholic hanya berpikir keras untuk menyelesaikan pekerjaannya. Mereka cenderung jarang berinteraksi untuk bersosialisasi dengan orang lain. Jika berlibur, mereka tidak akan lupa untuk membawa sedikit pekerjaan untuk dikerjakan kemudian.

2. Kurang percaya untuk mendelegasikan tugas

Workaholic merasa tidak nyaman untuk mendelegasikan tugas begitu saja tanpa kontrol langsung darinya. Bahkan, waktunya dihabiskan untuk mengontrol pekerjaan mereka yang seharusnya didelegasikan dan dipercayakan kepada orang lain.

3. Melupakan aspek lain di dalam hidup

Prioritas utama seorang workaholic adalah pekerjaan. Seorang workaholic bisa saja melupakan agenda penting di dalam hidupnya karena terlalu keras bekerja.

4. Semua jadi satu dalam pekerjaan

Banyak orang beranggapan bahwa mereka harus memaksa diri semaksimal mungkin, bahkan hingga ke titik menyiksa diri agar bisa sukses. Padahal, hal itu berpengaruh pada kondisi tubuh saat ini dan ke depannya.

Namun demikian seorang workaholic bisa membuat hobi mereka, waktu mereka untuk bersenang-senang, menjadi suatu pekerjaan alias lahan bisnis mereka.


Share:

Jumat, 31 Mei 2013

Simplicity Itu Bukan Hal Sepele Bro...

Berawal dari kritikan seorang teman kerja kepada teman kerja gue yang lain untuk membuat simple sebuah project yang tengah dikerjakan, maka gue tergelitik untuk menulis posting ini. Karena betapa tidak, hanya dari kata simple tersebut akhirnya merembet ke perdebatan yang tidak sederhana lagi. Dan setelah project selesai ungkapan “bikin simple saja...” tersebut seolah menjadi bahan joke di tempat kerja yang melahirkan julukan baru “Simple Man” yang merujuk kepada teman gue tersebut.

Beberapa pakar marketing mengatakan bahwa seringkali bisnis hebat justru lahir dari produk yang sepele dan sederhana, yang kemudian dibungkus dengan berbagai macam dramatisasi dan berbagai trik marketing lainnya.

Lihatlah Starbucks yang sebenarnya hanyalah jualan kopi. Fedex, DHL, JNE dan TIKI yang hanyalah mengantarkan barang sampai tujuan. Lihat pula Teh Botol yang hanya menjual produk teh di dalam botol, atau bahkan Aqua yang hanya air putih dalam kemasan botol plastik.

Yup, begitu banyak orang yang terjebak pada pemikiran bahwa simple itu gampang. Padahal untuk menghasilkan bisnis hebat yang awalnya terlihat sepele, justru di belakangnya tersimpan kerumitan yang mungkin tak terbayangkan sebelumnya. Aktivitas yang mendukung bisnis yang terlihat simple itu justru jauh lebih rumit daripada produk yang dijual. Dan banyak praktisi marketing sudah mengalami sendiri bagaimana repotnya mengurus aktivitas di belakang layar tersebut.

Lihatlah wajah manusia yang cantik, tampan, manis, cute, babyface atau apapun, sebenarnya adalah bungkus atau chasing yang menutupi tengkorak, dan didalam tengkorak ada otak, ada syaraf, otot dan sebagainya yang bekerja terus menerus dan sangat sangat rumit dan kompleks, namun kerumitan kompleksitas ini menawarkan hasil yang sempurna dipermukaan. Manusia bisa dengan sangat mudah berekspresi apapun, seperti tersenyum, mengerlingkan mata, menggerakan mulut, yang mana semua itu dapat dinikmati dengan melihat chasingnya saja tanpa harus melihat kompleksitas bagaimana semua elemen itu bekerja dan saling bereaksi bukan?

Yang perlu kita garis bawahi adalah bahwa kesederhanaan atau simplicity, itu tidak serta-merta identik dengan keremehan. Upaya menyederhanakan sama sekali bukan hal yang sepele. Dalam kenyataannya pun setiap hari kita berusaha menyederhanakan berbagai hal. Sebab simplicity yang benar adalah simplicity yang enscapsulating complexity, maka kemudahan harus menjadi interface yang menyembunyikan kompleksitas atau kemudahan harus menjadi bungkus dari sebuah kerumitan.

Jadi jelas ‘menyederhanakan’ itu tidak sama dengan ‘menyepelekan’. Menyepelekan itu dekatnya dengan sikap sombong, awalnya menyepelekan, kemudian diikuti dengan kesombongan bahwa “yang lain itu keciiilll”, “saya pasti benar”, “saya yang paling…”, “saya...” dan “saya...”, egoisme akut yang berujung pada keangkuhan, kesombongan, alias takabur.

Berapa banyak sudah yang gagal dan terjerumus hanya karena ‘menyepelekan’. Kasus tuntutan terhadap Mcdonalds yang seolah ‘menyepelekan’ teh panas yang dijualnya tanpa karton tambahan yang melindungi customer dari panas akhirnya berbuah tuntutan terhadap bisnis McDonalds, beberapa raksasa bisnis yang menyepelekan kompetitor kecilnya dan tiba-tiba begitu terkejutnya melihat sedemikian kuat kompetitor tersebut mengepung core market mereka, atau kurang bagaimana saleh dan taatnya iblis di mata Tuhan, ratusan ribu tahun bersujud, tapi hanya karena ‘menyepelekan’ yang melahirkan sikap sombong, akhirnya terkutuk.

Kembali ke ‘Simple Man’, tentu yang dimaksud teman gue tersebut adalah menyederhanakan project yang tengah digarap agar hasilnya bisa user friendly, hanya saja tentu tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Seperti yang dikatakan Leonardo da Vinci, “Simplicity is the ultimate sophistication”.


Share:

Rabu, 15 Mei 2013

Menebar Cerita Luar Biasa Lewat Wewangian

Wangi tubuh merupakan suatu daya pikat tersendiri yang dapat menarik lawan jenis atau laksana dejavu yang mampu menimbulkan kembali memori masa lalu dari sebuah plot kenangan tertentu.



Dari sudut estetika wewangian bisa menggambarkan keindahan, dan secara kejiwaan unsur ini menimbulkan perasaan sempurna pada wanita. Namun yang pasti, wewangian memang mampu memuaskan indera penciuman.

Riwayat parfum berkaitan erat dengan sejarah umat manusia. Kata "perfume" sendiri berasal dari bahasa Latin "per fumum" yang berarti melalui asap. Sejak zaman prasejarah, manusia telah menambah kelezatan pada makanannya dengan membakar minyak dan kayu beraroma.

Kisah kecantikan seorang Ratu Mesir bernama Cleopatra hingga Julius Caesar pun bertekuk lutut dihadapannya. Dan karena kecantikan sejalan dengan wewangian, maka seperti apakah harum parfum seorang Cleopatra yang sangat mempesona itu? Parfum tersebut diperkirakan dibuat dari bahan kemenyan yang diimpor dari wilayah yang kini disebut Somalia. Saat itu kemenyan sangat bernilai dan hanya dipakai di lokasi pemujaan dan lingkungan kerajaan. Orang-orang Mesir kuno di zaman itu menghormati para dewanya dengan kemenyan, salep dan minyak wewangian. Semua menjadi bagian penting kegiatan keagamaan dan keindahan wanita dan pria.

Bagaimana dengan parfum tradisional Indonesia tempo doeloe? Tentunya masyarakat Indonesia sudah gak asing lagi dengan wewangian floral dari melati, mawar, cengkeh, pandan, cendana, hingga gula aren bukan?

Anda ingat cerita seorang pemuda miskin dalam film Perancis berjudul "Parfume"? Jean-Baptiste Grenouille yang bekerja di penyamakan kulit, terpaksa harus disandera rasa penasaran yang luar biasa ketika mencium parfum di tengah perjalanannya ke kota. Grenoulle sibuk menggali memori di balik tebaran wewangian dari sekitarnya. Hingga ia menguasai dunia dengan sebotol kecil parfum yang dikantonginya. Hanya sebotol kecil, tidak sampai setengah liter. Hanya dengan itu saja, orang-orang akan memujanya dimanapun dia berada.

Lain lagi kisah Abu Ahmed, pemilik toko Stay Stylish, begitu cerdik memasukkan sebuah cerita ke dalam botol parfum. Di antara sekian produksi parfum yang ia hasilkan, mungkin M75 adalah salah satu merek parfum yang akan dinobatkan sebagai legenda. Warga Palestina memburunya setiap saat. Parfum ini seolah menjadi penghibur akhir tahun yang sempurna. Membuat seluruh warga Palestina seolah mendengar cerita-cerita kemenangan di balik wewangian M75.

Maka parfum tidak lagi berfungsi sebagai wewangian saja, namun juga tukang cerita, jembatan antara manusia dan cerita di balik moment-moment spesialnya. Dan ketika parfum telah berubah fungsi menjadi tukang cerita, maka bersiaplah mengenang segala yang manis dari setiap wewangian yang Anda cium.

Jika Cleopatra membuat Julius Caesar bertekuk lutut dihadapannya, Grenouille menguasai dunia dengan sebotol kecil parfum, M75 memperdengarkan cerita-cerita kemenangan warga Palestina, dan kearifan budaya tradisional kita dengan wewangian floral yang khas, lalu apa cerita dari parfum Anda?

Yang pasti apa pun ceritanya, terimakasih untuk Anda yang menebar parfum hari ini. Anda, begitu pula Cleopatra, dan yang lainnya, telah menebar banyak cerita yang luar biasa.

Share:

Menghapus Profil Paradoksal di Negeri Paradoks

Situasi yang serba paradoks... itulah yang kita saksikan dan hadapi sehari-hari di era kita. Terkadang paradoks itu cukup menggelikan. Tetapi mungkin itulah kenyataan yang mesti kita hadapi dan langkahi untuk melangkah maju ke masa depan yang lebih baik.


Jika melihat banyaknya orang dari 'negeri paradoks' yang hobi melancong ke luar negeri, tentu hal ini mengindikasikan bahwa kelas menengah 'negeri paradoks' memang benar-benar sudah tumbuh. Pendapatan per kapita yang telah melampaui US$4.000 per tahun sebagai salah satu tolok ukurnya, meski disertai dengan rasio ketimpangan yang membesar.

Mereka melancong ke mana saja, bahkan terkesan royal. Dan sangat ngeh dengan clue "Kalo pergi ke luar negeri pastikan bawa dua kopor, yang satu biarkan kosong agar bisa diisi belanjaan saat pulang."

Gaya mereka berbelanja yang doyan mulai dari barang branded yang harganya puluhan bahkan ratusan juta sampai barang biasa. Padahal, harga barang-barang yang dibeli di luar negeri umumnya relatif lebih mahal, bahkan jauh lebih mahal, ketimbang harga barang yang umumnya juga tersedia di 'negeri paradoks'. Konyolnya, beberapa barang yang dijual di luar negeri sejatinya adalah buatan 'negeri paradoks', dan terang-terang terpampang label "made in negeri paradoks".

Dan begitu kembali ke 'negeri paradoks' lagi, mulailah muncul bayang-bayang ketidakmakmuran berupa infrastruktur yang jauh tertinggal, bandara yang temaram, kadang harus antre mendarat dan mati listrik, jalanan yang sempit dan teramat macet, stasiun kereta yang ketinggalan jaman, serta banyak lagi.

Maka wajarlah bila kerap kita menggerutu dalam hati bila menyaksikan para big spender dari 'negeri paradoks': kok pemerintah 'negeri paradoks' gak bisa menghapuskan subsidi bahan bakar minyak buat mereka? Karena mereka (para pembelanja royal di luar negeri) itu masih menghisap subsidi bahan bakar dari pemerintah, melalui berbagai moda transportasi yang mereka gunakan, baik kendaraan pribadi, taksi dan angkutan lainnya.

Diakui atau tidak, sejumlah perusahaan operator taksi di Jakarta saja, yang jumlah armadanya mencapai puluhan bahkan ratusan ribu mobil, masih menerima subsidi. Armada taksi mereka masih memakai bensin yang disubsidi pemerintah. Malah banyak taksi mobil sedan premium yang seharusnya menggunakan bahan bakar beroktan tertinggi yang tidak bersubsidi, sudah dimodifikasi sedemikian rupa agar cocok meminum bensin bersubsidi.

Lihatlah mobil-mobil operasional yang banyak dipakai perusahaan-perusahaan dan konglomerasi, serta bank-bank di Jakarta, yang jumlahnya juga tak kalah banyak. Bahkan mendominasi gedung parkir, di mana perusahaan itu berkantor. Ya, kebanyakan mobil-mobil mereka juga peminum bahan bakar bersubsidi, padahal laba bersih perusahaan-perusahaan itu mencapai triliunan rupiah setiap tahun.

Itu contoh di skala korporasi. Belum lagi di skala individu yang jumlahnya jauh lebih banyak lagi. Tengok saja penjualan mobil baru, yang melampaui 1 juta unit setiap tahun, dan mereka kebanyakan peminum bahan bakar bersubsidi.

Ok, barangkali kita sudah gak heran dengan cerita itu, kan orang kita dikenal paling banyak akal dan paling pintar ngoprek, dan malah gak jarang pakai akal bulus.

Ya inilah 'negeri paradoks', dimana sebenarnya banyak uang, negara juga punya banyak uang, tetapi dikorupsi dan dihambur-hamburkan untuk subsidi bahan bakar karena gaya hidup yang telah terbiasa boros: Tidak hanya doyan belanja, tetapi juga boros energi. Apalagi bahan bakar bersubsidi yang murah telah melestarikan gaya hidup boros energi.

Padahal jika saja mau sedikit lebih berhemat, subsidi yang dihambur-hamburkan setiap tahun bisa banget tuh digunakan untuk membiayai infrastruktur. Kalau bandara 'negeri paradoks' bagus, jalan raya lebar dan mulus, jembatan kokoh dan jalur kereta terhubung ke pelosok negeri, tentu kesan negeri yang kurang makmur akan terpatahkan, sekaligus menghapus profil paradoksal tadi. Apalagi orang-orang 'negeri paradoks' hobi pula melancong ke luar negeri.

Atau jangan-jangan..., mereka melancong ke luar negeri karena banyak tujuan pelancongan di dalam negeri tidak dirawat dan miskin akses yang memadai?

Share:

Kamis, 21 Maret 2013

Salah Keras atau Benar Pelan?

Salah keras masih lebih baik daripada benar tapi pelan atau bahkan nyaris tak terdengar. Karena setidaknya kesalahan bisa segera dikoreksi, tapi benar pelan? Karena tidak terangkat ke permukaan maka kecil kemungkinan sebuah kebenaran berujung dengan koreksi atas suatu kesalahan.

Ditengah persaingan hidup yang kian hari kian berat, maka kerap terjadi penyelewengan demi tujuan memenangkan persaingan. Dan akibat penyelewengan bukan tidak mungkin akan menghancurkan nilai-nilai moral dan budaya di tengah masyarakat bahkan kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Akan halnya keterpurukan bangsa ini, dimana korupsi, suap, penyalah gunaan wewenang, dan seterusnya begitu mewabah, apakah ini mengindikasikan “Suara kebenaran yang nyaris tak terdengar?”. Kemungkinan itu pasti ada.

Kesalahan yang diucapkan dengan keras (transparan) dipastikan akan mengundang kontroversi dan kemungkinan besar berujung pada koreksi. Dan memang resikonya adalah malu, tapi janganlah alergi dengan malu, karena budaya malu masih lebih baik ketimbang tidak punya malu alias bermuka tebal.

Sekarang tinggal bagaimana kita mengapresiasi “Budaya malu”, karena malu memang masih lebih baik daripada tidak merasa malu terhadap perilaku negatif.

"Teriaklah yang lantang untuk suatu kebenaran,
bukan untuk popularitas"

Share:

Rabu, 16 Januari 2013

Inception, Gue Ngerasa Dihargai

Sabtu malam kemarin gue gak kemana-mana... ya karena capek, dan yang pasti karena di luar juga hujan gede seperti digelontorkan dari langit. Tapi gue gak mau terjerumus dalam kejenuhan di rumah gue sendiri, ya alhasil gua mikir... enaknya ngapain sebelum kantuk menjajah mata gue.

Sementara acara TV ngebosenin, sinetron melulu...huff (sorry kalo ada yang tersinggung, emang asli gue gak terlalu suka sama sinetron, telenovela, dan sejenisnya). Buka inet koneksi gak tau kenapa dari kemarin setiap loading tuh cursor lappy gue muter-muter mulu kayak kesetanan.

Akhirnya gue putusin buat nonton film yang pernah gue copy ke lappy gue. Bingung nyari film apa yang cucok dipelototin malam ini... Dan gue tertarik sama film berjudul Inception garapan Christopher Nolan yang diperanin Leonardo DiCaprio. Film lama, tahun 2010 (asli belum sempat gue tonton, terserah kalo kalian pada teriak berjamaah bilang huuu..., gak bakal gue gubris).

Ok, play and let's watch the movie...

Secara garis besar, ide film ini lebih menekankan pada manipulasi imajinasi yang dikemas dengan fantasi yang kompleks dalam wujud mimpi yang bertingkat. Banyak hal tak terduga hampir di setiap liku cerita. Dan terasa makin lengkap dengan efek-efek brilian dan sentuhan scoring yang mantap dari Hans Zimmer, berhasil membuat gue banyak mengernyitkan dahi untuk mencerna jalan ceritanya.

Eitt.. Jangan pernah berpikir gue emang dari sononya lemot karena susah mencerna jalan cerita film yang rumit yak.. enak aja! Gue tuh banyak mengernyitkan dahi nonton nih film karena gue butuh sedikit konsentrasi buat menghayati ceritanya, supaya benar-bernar bisa mengikuti alur filmnya, begituu... Padahal asli di awal-awal nonton film ini gue udah serius... serius dibikin bingung, hhrrr...

Gue di sini gak nulis sinopsisnya, cari aja di web lain... pasti nemu (sorry kalo kecele).

Di sini gue cuma mau bilang kalo gue takjub sama aksi-aksi dalam film Inception, yang seperti hujan malam ini, banyak menggelontorkan kejadian dalam alam bawah sadar karakternya dengan bumbu halusinasi visual.

Dan satu hal lagi yang gue suka dari film ini; gue ngerasa dihargai sama bung Nolan yang menganggap gue memiliki intelektualitas tinggi atau setidak-tidaknya dipercaya kalo gue sanggup berusaha untuk mencapai level intelektualitas yang mumpuni... pokpokpok.

Beres nonton sampe tamat, di luar masih hujan. Tapi sudah gak sederas tadi, cuma gerimis-gerimis mengundang kantuk. Dan gue landing di kasur bener-bener nyenyak bobo...

Share:

Rabu, 19 Desember 2012

Keju, Rahasia Panjang Umurnya Orang Prancis

Konon kabar, orang-orang di suatu wilayah tertentu bisa hidup lebih lama daripada orang-orang di belahan dunia lainnya. Seperti halnya orang Prancis yang terkenal berumur panjang kendati mereka suka makan makanan berlemak jenuh tinggi.

Dan konon kabarnya pula, bahwa wanita Prancis-lah yang menikmati predikat sebagai manusia dengan angka harapan hidup terpanjang di Eropa dengan usia mencapai 85,3 tahun.

Kemudian baru-baru ini sebuah studi baru menemukan bahwa rahasia panjang umur orang Prancis itu terletak dari makanan mereka yaitu keju Roquefort atau biasa dikenal dengan keju biru. Menurut peneliti, keju ini dapat melindungi orang-orang yang mengonsumsinya dari penyakit jantung meskipun kandungan lemak dan garamnya terhitung tinggi.

Dengan menggunakan sebuah teknologi baru, peneliti menemukan bahwa keju yang terkenal karena permukaannya ditumbuhi jamur berwarna biru kehijauan ini mengandung properti anti-peradangan yang akan bekerja efektif melindungi jantung, terutama ketika kejunya berada dalam kondisi matang.

Properti ini juga diketahui mampu menunjukkan kinerja terbaiknya di bagian tubuh yang lingkungannya bersifat asam seperti di lapisan lambung atau permukaan kulit. Lagipula telah lama diketahui bahwa pengasaman adalah salah satu proses yang sering 'mendampingi' peradangan seperti halnya terjadi pada sendi yang terserang arthritis atau plak khusus yang muncul di dinding arteri.

Share:

Minggu, 16 Desember 2012

Indonesia Pernah Dilirik untuk Lokasi Film James Bond

K onon kabar, Indonesia pernah dilirik produser film untuk menjadi tempat salah satu shooting film James Bond, Tomorrow Never Dies. Sayangnya, akibat kebebalan birokrasi di negeri ini, peluang menarik jutaan wisatawan domestik dan asing untuk mengunjungi bekas tapak shooting James Bond sirna begitu saja.

Shooting film James Bond tak pernah dibuat di Indonesia meski peluang untuk itu sudah ada di depan mata. Tomorrow Never Dies yang dibintangi Pierce Brosnan bersama aktor asal negeri jiran Malaysia, Michelle Yeoh, tak pernah sekali pun mengambil setting berlatar belakang beragamnya tempat di Indonesia.

Bagi yang sudah menyaksikan film terbaru James Bond, Skyfall, tentu seperti film-film Bond sebelumnya, penonton disuguhi pemandangan dari berbagai belahan dunia yang menjadi setting aksi agen rahasia Inggris tersebut. Di Skyfall, kita diajak berkeliling dari Turki, London, hingga China.

Negara tetangga Indonesia, Thailand, mendapat berkah ketika salah satu destinasi wisata mereka menjadi tempat shooting film James Bond, The Man with The Golden Gun.

Share:

Minggu, 16 Oktober 2011

Enggan Menjadi Tua Bukan Berarti Melawan Gilasan Waktu

Ulang Tahun... Apa artinya bagi seseorang?
Tentunya adalah saat-saat membahagiakan tatkala kolega, teman, sahabat, kerabat, saudara, orang tercinta... mengucapkan "Selamat Ulang Tahun", maka berlonjaklah hati dalam kegembiraan. Berlanjut datangnya kiriman kado, ucapan, dan berjuta kebahagiaan dari berbagai penjuru. Dan lalu apa yang akan dilakukan? Membuka kado, membalas ucapan-ucapan, atau makan-makan sekadar berbagi kebahagiaan di usia yang baru?
Bila ditanya apakah gue bahagia dengan usia yang bertambah? Jujur, gue bilang "gak!". Gue ngerasa semakin tua dan menjadi renta. Sungguh ingin rasanya kembali seperti masa kanak-kanak, tapi pastinya gak akan mungkin. (nyadar diri..hehe)

Tentunya kita tau kan? Wahana yang paling nikmat untuk bermain dan menikmati hidup adalah ketika kita masih muda dan kanak-kanak. Maka berbahagialah mereka yang masih muda, nikmatilah masa kanak-kanak kalian sebelum tua.

Kenapa gue bilang sebelum tua dan bukannya sebelum dewasa? Karena gak sedikit orang yang sudah tua tapi berpikir gak dewasa (apalagi yang style-nya saingan sama anak belasan tahun, ya udah.. jadi kayak jaman Jurasic dah..hehe ).

Yup, "tua itu pasti, dewasa itu pilihan". Dan manakala seseorang telah memasuki babak pendewasaan, maka semakin lenyaplah masa-masa bermain. Mereka harus bisa mendewasakan dirinya bagaimanapun keadaannya.

Maka bila kita bertanya, patutkah berbahagia kala ulang tahun? Ketika usia bertambah dan menjadi tua, raut wajah menjadi keriput, rambut yang mulai beruban, dan kita kehilangan jiwa kemenangan yang dulu. Ketika pijakan usia di dunia tersisa semakin dangkal, menyusut oleh gilasan waktu secara perlahan namun pasti. Hingga pada akhirnya kita akan tertuju pada satu garis finish yang semua orang pasti sama-sama akan menjalaninya. Pembedanya hanyalah waktu, tempat, dan caranya saja.

Ahk, sahabatku, bila kau berulang tahun di hari ini dan membaca coretan gue ini, janganlah kau merasa hari ini kau tak patut bersuka cita karena umurmu bertambah atau terperangah di depan cermin sambil memandangi wajahmu sudah mulai keriput atau belum, berlama-lama menyisir rambutmu helai demi helai kalau-kalau uban telah tumbuh. Hahaha...
Lebih baik rekoleksi dan introspeksi diri, lalu persiapkan diri untuk tingkat kedewasaan yang lebih matang di umurmu yang sekarang dan selanjutnya.

Mungkin inilah ungkapan perasaan gue di hari ulang tahun, ketika umur gue di dunia berkurang lagi setahun. Dan gue selalu enggan menjadi tua, bukan berarti gue melawan gilasan waktu. Malah sebaliknya, buat rekoleksi dan lebih mematangkan jiwa dengan mengkaji pengalaman hidup yang terkumpul. Selalu dan selamanya...

Share:

Kesederhanaan Dalam Komunikasi Efektif

Sebagian besar kegiatan kita sehari-hari adalah komunikasi, mulai antar teman atau pribadi, kelompok, organisasi atau massa. Jika kita teliti lebih dalam, banyak kegagalan dari komunikasi yang kita lakukan. Bisa jadi bentuknya karena tujuan yang kita inginkan belum tercapai. Bukan tujuan komunikasi secara egois tentunya, tetapi tujuan komunikasi yang lebih kepada tidak adanya saling kesepahaman, belum bertambahnya informasi, serta ada usaha perubahan tingkah laku pada orang yg terlibat dalam komunikasi. Yang terkadang tidak hanya diartikan persetujuan semata.

Pada prinsipnya kegiatan komunikasi adalah aktivitas pertukaran ide atau gagasan. Secara sederhana, kegiatan komunikasi dipahami sebagai kegiatan penyampaian dan penerimaan pesan atau ide dari satu pihak ke pihak lain, dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan atas ide yang dipertukarkan tersebut.

Dan komunikasi seharusnya mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang yg terlibat dalam komunikasi. Tujuannya adalah memberi kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima, sehingga bahasa harus jelas, lengkap, pengiriman dan umpan balik harus seimbang.

Komunikasi yang efektif sangat layak kita perhitungkan dalam membangun karir kita. Dengan komunikasi yang baik tentunya akan mendukung segala aktifitas kerja yang kita lakukan. Apalagi bila pekerjaan kita melibatkan berbagai bentuk presentasi, rapat-rapat, lobi-lobi, penyuluhan dan lain-lainya. Bidang pekerjaan komunikasi seperti presenter dan sejenisnya sangat ditentukan oleh bagaimana cara kita berkomunikasi dalam menyampaikan sesuatu.

Banyak faktor yang dapat membuat apa yang akan kita sampaikan menjadi lebih berkualitas. Seperti kesiapan mental, penguasaan bahan, kelengkapan sarana pendukung serta hal-hal lainnya. Adakalanya kita merasa "nervous" hingga untuk mengungkapkan sesuatu, kita malah kehilangan percaya diri bahkan pembicaraan jadi berputar-putar.

John C Maxwell dalam "21 Kualitas Kepemimpinan Sejati" , mengatakan bahwa mengembangkan ketrampilan berkomunikasi yang sempurna sungguh sangat penting bagi kepemimpinan yang efektif. Sang pemimpin harus dapat membagi pengetahuan serta gagasan-gagasannya untuk menciptakan desakan serta antusiasme pada diri orang lain. Jika seorang pemimpin tak dapat menyampaikan pesan dengan jelas dan tak dapat memotivasi orang lain untuk menindaklanjutinya, maka memiliki pesan untuk disampaikannyapun menjadi percuma.

"Komunikasi bukanlah soal apa yang kita ucapkan, melainkan juga bagaimana kita mengucapkannya. Kunci komunikasi yang efektif adalah kesederhanaan. Lupakanlah upaya mengesankan orang dengan kata-kata atau kalimat-kalimat yang canggih. Jika kita ingin membangun hubungan dengan sesama, utamakanlah kesederhaan."

Share:

Rabu, 05 Oktober 2011

Membalas atau Memaafkan dan Lupakan?

Dari sedikit kefrustasian dalam hidup yang kita ketahui, (yang sangat dikenal menjadi penyumbang terbesar kefrustasian), ada satu yang tidak bisa dihindari dalam hubungan dekat; "Suatu hari, seseorang yang Anda cintai atau merasa dekat dengan anda akan menyakiti Anda."
Mungkin ia akan terlihat begitu jahat di mata Anda atau teman Anda, meninggalkan Anda atau menghina keluarga Anda. Berada terlalu dekat dengan seseorang berarti ia bisa melemparkan Anda ke tempat yang paling menyakitkan. Dan jika itu yang ia lakukan terhadap Anda, bagaimana Anda akan menanggapinya?

Membalas, tentu saja. Tapi bagaimana jika Anda tidak sanggup membalas? Anda akan menyimpan dendam hingga beberapa waktu lamanya, atau bahkan hingga saat napas terakhir Anda akan selalu mencoba untuk membalas dendam. Kecuali bila dendam itu Anda hapus saat ini dan hari-hari ini semua tentang memaafkan, dan lupakan. Menurut para ahli dikatakan bahwa memaafkan dalam hubungan pribadi, sangat normal. Ini membuat Anda sehat dan lebih bahagia. Hal ini juga membuat Anda merasa kuat.

Adalah Mahatma Gandhi yang mengatakan, "Memaafkan adalah simbol kekuatan" - dan lebih baik bagi Anda. Dendam berakibat buruk bagi tekanan darah Anda, menyebabkan kecemasan dan dapat mengurangi harapan hidup Anda. Ini mempengaruhi Anda, dan bukan ia - pelaku yang mungkin telah melupakan semua tentang apa yang membuat Anda dendam dan sakit hati. Dalam hubungan, pasangan yang saling memaafkan lebih bahagia daripada mereka yang tidak - dan pasangan bahagia dalam hal apapun lebih mungkin untuk saling memaafkan daripada mereka yang telah membuat sengsara satu sama lain selama bertahun-tahun.

Tetapi memaafkan juga tentunya tidak mudah. Para ahli mendefinisikannya sebagai suatu proses yang menghasilkan Anda kehilangan keinginan untuk membalas dan melepaskan emosi negatif. Anda bisa memaafkan tetapi tidak berdamai dengan orang yang Anda maafkan. Anda bisa memaafkan tanpa memberitahu mereka. Dikatakan oleh beberapa ahli, bahwa memaafkan bisa membawa Anda dalam damai dan penyelesaian, tetapi itu butuh waktu, dan akan lebih akurat untuk mengatakan kepada seseorang, saya akan mencoba untuk mengampuni Anda.

Jadi bagaimana Anda memaafkan? Pertama, pikirkan tentang manfaat (tidak terobsesi atas bagaimana ia telah membuat Anda begitu marah), kemudian tentang setiap orang yang mungkin bisa saja melakukan kesalahan (tidak ada yang sempurna); introspeksi kembali atas apa yang terjadi dengan melihat apakah Anda dapat memahami reaksi Anda dan mengapa orang lain bisa berperilaku seperti itu. Hal ini juga mengatakan bahwa itu adalah pilihan bebas untuk memaafkan atau tidak, namun Anda dapat membuat analisis manfaat dan resiko untuk itu.


Share:

Kamis, 30 Desember 2010

Resolusi Cinta Jelang Pergantian Tahun

Anda tentunya telah membuat beberapa resolusi jelang tahun baru ini bukan? Seperti kebulatan tekad untuk makan makanan sehat, berolahraga lebih banyak, dan mengelola keuangan Anda dengan lebih baik lagi. Lantas bagaimana dengan menjaga cinta agar tetap romantis di tahun yang baru nanti?
Yup, tak ada salahnya mendengar kata-kata bijak tentang cinta, dan bagaimana menyegarkan kembali hubungan Anda dengan tingkat kegairahan yang baru, dari para pakar relationship.
Yuk kita ikuti apa saja saran mereka.

1. Lakukan sesuatu yang romantis setiap hari
"Tidak ada batasan berapa banyak kasih yang dapat Anda perdalam ketika Anda membuat keputusan untuk melakukan sesuatu yang romantis setiap hari dalam setahun," kata Mara Goodman-Davies, pelatih relationship dan penulis A Year of Romance. Hal ini dapat sesederhana seperti saat mengatakan "Aku cinta kamu". Ucapkan kepada kekasih Anda sebagai hadiah hanya karena, atau bahkan sekedar ia cuma melakukan pekerjaan kecil saja yang sedikit meringankan tugas Anda, karena dia super sibuk. Aksi kecil cinta seperti inilah yang menentukan dasar keromantisan dalam kehidupan sehari-hari Anda.

2. Jangan dipusingkan dengan hal-hal kecil
"Sebagian besar hal yang Anda pertengkarkan biasanya hanya karena masalah sepele," kata Sam R. Hamburg, Ph.D, seorang terapis perkawinan dan penulis Will Our Love Last? Seperti misalnya berebut channel saat menonton TV bersamanya, atau yang lainnya seperti siapa yang harus mencuci piring? Padahal cukup dengan melemparkan koin, beres bukan? Tentu saja, konflik yang serius harus ditangani secara serius pula, tetapi bagaimana untuk hal-hal yang sepele? Sangat penting untuk jangan melihat masalah dengan kaca pembesar.

3. Berikan pujian dengan tulus
"Pujian adalah makanan verbal bagi jiwa," kata Daphne Rose Kingma, penulis True Love. Melimpahi kekasih Anda dengan pujian tidak hanya meningkatkan harga dirinya, tetapi ia juga dapat mengingatkan Anda, mengapa Anda jatuh cinta dengan orang yang spesial ini. Di satu sisi, ini merupakan cerminan dari kualitas spesial Anda sendiri. "Anda tidak akan berada dalam pelukan orang yang luar biasa ini jika tidak ada sesuatu yang sangat istimewa dari Anda," ungkap Kingma.

4. Jika Anda menginginkan sesuatu, katakanlah kepadanya
"Cinta melakukan banyak hal besar yang magis, tetapi itu tidak mengubah kita menjadi penyihir psikis," kata Kingma. Jika Anda ingin liontin zamrud untuk ulang tahun ke-30 Anda, katakan saja padanya tentang keinginan Anda itu, sekalipun Anda mungkin hanya akan diberinya satu set perhiasan dari perak. Biarkan si dia tahu Anda ingin mencicipi masakan di restoran mewah, sekalipun pada kenyataannya dia hanya bisa membawa Anda ke restoran yang Anda benci. Bukan karena dia tidak mencintaimu, tetapi karena pria Anda tidak memiliki uang cukup. Banyak wanita berpikir bahwa memberitahu pasangan mereka tentang apa yang mereka inginkan seakan sesuatu hal yang tidak romantis, tapi ingat, itu keinginannya untuk membuat Anda bahagia yang membuatnya begitu istimewa.

5. Sentuh, sentuh, dan sentuhlah
"Sentuhan bukanlah sekedar pilihan untuk suatu hubungan yang baik, tetapi sangat mendasar," ujar Al Link, pelatih relationship dan asisten penulis Sensual Love Secrets for Couples. Ketika Anda memberi dan menerima kasih sayang, sentuhan sensual, membangkitkan zat kimia endorfin dan gelombang oksitosin melalui sistem saraf Anda untuk menghasilkan perasaan cinta dan kebahagiaan. Ingat, pria suka disentuh dengan cara yang non-seksual juga. Link menambahkan, "Dengan pelukan sayang atau menepuk lembut, Anda dapat memberikan kenyamanan, dan penerimaan, serta membuat ikatan yang kuat dan penuh kasih yang melampaui fisik."

Share:

Selasa, 02 November 2010

Bencana dan Politik Pencitraan


Pascabencana dalam dua bulan terakhir. Mulai gempa Wasior, gempa diringi tsunami di Kepulauan Mentawai, dan letusan Gunung Merapi, semua korban selamat sangat membutuhkan bantuan, terutama logistik, obat-obatan, pakaian dan tempat berteduh. Beruntung berbagai elemen masyarakat terpanggil memberikan bantuan kepada para korban. Bantuan juga datang dari pemerintah.

Namun sayang, di balik derita para korban masih saja ada pihak yang tega bertindak tanpa mempertimbangkan etika moral. Seperti yang diberitakan di beberapa media massa, di tengah lokasi bencana dan pengungsi Merapi sekarang ini, ratusan spanduk berbagai merk seperti provider telepon seluler, makanan dan minuman, otomotif, bank swasta, dan merk produk lain seolah berlomba memasang spanduk, baligo dan umbul-umbul di lokasi bencana. Bahkan para kontestan pemilihan (parpol dan ormas) pun tak mau ketinggalan, mereka berlomba membentangkan spanduk dengan ukuran besar dan benderanya berkibar-kibar di udara.

Ya... Tujuannya tentu saja mendompleng nama di tengah duka korban hembusan awan panas Merapi. Bantuan yang mereka berikan seolah ditunggangi tendensi keuntungan dan kekuasaan. Betapa ironis dan memilukan sekali, di tengah kesedihan warga Merapi kekuatan kapital dan parpol tetap tak punya hati, mencoba menangguk keuntungan dan kekuasaan dengan cara-cara keji. Mereka larut dalam politik pencitraan (imagologi politic) yang tengah marak dalam lima tahun terakhir.

Membantu memberikan kebutuhan pokok tersebut seharusnya menjadi perhatian para parpol. Bukan malah ikut-ikutan berlomba-lomba memasang atau membentangkan spanduk di sekitar pengungsian. Pola tersebut justru melahirkan rasa tidak empati kepada masyarakat, terutama yang berada di pengungsian.

Bila mereka memiliki nurani ingin meringankan beban para korban, mengapa juga harus memasang spanduk atau media lainnya saat melakukan aksi kemanusian? Masyarakat tidak membutuhkan bentangan spanduk, baligo atau bendera mereka berkibar-kibar diudara. Yang diharapkan para pengungsi adalah kebutuhan pokok, selimut, obat-obatan dan tempat tinggal yang layak.

Sungguh "Dalam kekalutan masih banyak tangan yang tega berbuat nista..."

Share:

Sabtu, 30 Oktober 2010

Jabatan Dalam Paradigma Baru Terhadap Pekerjaan

Dalam bekerja, sikap masa bodoh atau tidak peduli pada bagian lain, sudah tidak bisa diterapkan lagi sekarang. Karena itu sebenarnya sama saja dengan bunuh diri. Mengapa? Karena kita perlu melihat pekerjaan sebagai set of skills yang bisa diaplikasikan dengan kombinasi yang berbeda-beda terhadap situasi kerja yang berbeda pula.


Kita sadari betapa dunia kerja semakin lama semakin kompleks, dan semakin bervariasi. Maka seseorang juga perlu memilih bidang spesifik lainnya. Atau bila kita bekerja di sebuah perusahaan besar, kita lebih baik melihat tugas kita sebagai proyek-proyek, atau kontrak-kontrak yang harus tuntas dan bernilai tambah.

Setidaknya dengan begitu, kita telah membangun jaringan (networking) secara berkesinambungan baik di dalam maupun di luar lingkup perusahaan. Selain itu kita justru mendapat kesempatan untuk membuka wawasan dan melihat kesempatan bagi pengembangan diri kita.

Dan kita juga harus berhati-hati agar tidak terjebak pada semata-mata menjalankan tugas sesuai job description, karena pedoman kerja itu juga bisa menjebak kita memandang pekerjaan sebagai "tugas", dan bukan sebagai ajang berkreasi atau value creating yang menyenangkan, fresh, unik, dan bisa berkembang sesuai dengan tantangan dan tuntutan pasar.

Kita tahu bahwa mengejar jabatan, dan merasa lega ketika mencapainya sekarang justru sudah dianggap sebagai paradigma kuno, kerangka berpikir 'djadul' yang merupakan awal dari stagnasi karir.

Titel pekerjaan, seperti dokter, insinyur, bankir, manajer, bahkan direktur, dulu sering membuat kita terpukau. Namun dalam dunia kerja yang kompleks, kita tahu titel pekerjaan menjadi tidak terlalu berarti lagi.

Ya... Jabatan perlu kita sikapi secara enterpreneurial untuk menciptakan kesempatan lebih lanjut.



Share:

Jumat, 29 Oktober 2010

Anak, Salah Satu Investasi Akhirat yang Gemilang

Maraknya berita anak dibuang sudah pasti membuat kita miris. Betapa tidak, seorang anak yang notabene adalah amanah dari Yang Maha Kuasa ditelantarkan begitu saja. Bukankah bagi seorang anak, pahlawan yang agung adalah seorang dewasa yang berlutut membantunya, seraya berbisik "aku sangat menyayangimu", dan berharap pahlawan yang agung itu adalah orang tua mereka?

Seorang anak adalah "Permata Hati". Keberhasilan orang tua dalam mendidik anak dan menghiasi anak dengan akhlak mulia merupakan sebuah kesuksesan mengkonstruksi hidup dalam bingkai kebahagiaan. Ia bisa menjadi penyejuk mata, dan penentram hati bagi kedua orang tuanya, dan masyarakat yang ada disekitarnya.

Anak yang sholih (cerdas hati dan pikiranya) inilah yang akan menjadi penyambung kebahagiaan hakiki bagi orangtuanya di akhirat kelak. Ia adalah investasi akhirat yang gemilang. Lantas mengapa ia disia-siakan, diterlantarkan, atau bahkan dibuang begitu saja seperti membuang sampah yang tidak berguna? Betapa tega, dan berdosanya orang tua seperti itu.

Maka bisa pula yang terjadi justru sebaliknya (anak membuang orang tuanya), Liputan6.com, "Astaga, Ada Anak Membuang Ibunya". Hukum karma? Wallahualam... Tapi coba kita simak sejenak cerita berikut ini;

Suatu hari hiduplah sepasang suami istri bersama satu orang putra. Mereka tinggal bersama dengan kedua orangtuanya yang sudah lanjut usia dan buta. Pada awalnya keluarga tersebut hidup dengan tentram dan damai. Sang anak melakukan kewajiban merawat orangtuanya dengan sabar dan penuh bakti. Demikian juga dengan sang menantu, ia selalu setia mengikuti petunjuk sang suami. Tahun demi tahun pun berlalu. Belakangan, keluarga tersebut mengalami keretakan, dan berakhir dengan peristiwa yang sangat menyedihkan.

Suatu hari sang istri mulai merasa bosan merawat mertuanya yang sudah jompo dan buta tersebut. Ia mulai mencari cara untuk menyingkirkannya dari rumah mereka. Akhirnya ia mendapatkan sebuah cara yang amat keji. Tanpa ragu ia pun mengajak suaminya untuk menyingkirkan kedua orangtuanya. Sang istri mulai mendesak.

Istri : ”Pa, saya sangat bosan merawat orangtuamu itu. Mereka berdua sangat menyebalkan dan merepotkan aku. Aku minta singkirkan saja mereka dari rumah kita.”

Suami : ”Lho kenapa? Mereka kan orangtuaku, mereka sudah merawat dan membesarkan aku sampai saat ini. Bagaimana mungkin aku menyingkirkan mereka? Tidak, aku tidak akan menelantarkan orangtuaku…!”

Istri : ”Aku minta tolong singkirkan mereka dari rumah ini pa…!”

Suami : ”Tidak… itu perbuatan yang durhaka… aku tidak mungkin melakukannya…!”

Istri : ”Kalau begitu pilih salah satu saja…! Singkirkan orangtuamu atau aku yang pergi dari rumah ini untuk selama-lamanya”

Sang suami bagaikan memakan buah simalakama. Ia sangat menghormati dan berbakti pada orangtuanya. Namun ia juga sangat menyayangi istrinya. Ia tidak ingin kehilangan keduanya, tetapi sulit baginya untuk memutuskan. Setelah lama ia berpikir dan menimbang, akhirnya sang suami bersedia mengikuti kemauan istrinya. Rencana jahat mulai dilakukan berawal dari kebodohan sang istri.

Suami : ”Sekarang bagaimana aku melakukannya?”

Istri : ”Gampang Pa… Bilang saja pada orangtuamu, bahwa kamu mau mengajak mereka jalan-jalan ke suatu tempat.”

Suami : ”Lantas… bagaimana cara membawanya?”

Istri : ”Sekarang Papa bikin saja keranjang lalu gendong mereka dengan keranjang tersebut dan ketika tiba di hutan ditinggal saja di sana. Dengan begitu biar saja mereka dimakan harimau atau mati kelaparan. Yang penting sekarang kita terbebas dari kewajiban mengurus mereka. Bereskan?”

Sang suami mulai membuat sebuah keranjang. Di sudut ruangan, anaknya yang berusia lima tahun sedang memperhatikannya dan bertanya dengan polos.

Anak : ”Ayah sedang bikin apa?”

Ayah : ”Ayah sedang bikin keranjang nak.”

Anak : ”Untuk apa ayah bikin keranjang?”

Ayah : ”Untuk menggendong kakekmu sewaktu kita rekreasi nanti nak.”

Anak : ”Nanti kalau sudah selesai dipakai, tolong ayah simpan baik-baik di kamar ayah ya!”

Ayah : ”Lah untuk apa anakku sayang?”

Anak : ”Untuk nanti kalau ayah sudah seperti kakek, saya akan menggendong ayah berekreasi dengan keranjang itu juga ayah, biar saya tidak usah repot-repot bikin keranjang lagi kan? Ingat ya ayah!”

Sang ayah merenungkan kata-kata anaknya tadi. Hati sang ayah bergejolak, tangannya gemetar dan akhirnya ia pun menghentikan niat dan rencananya untuk membuang orangtuanya. Rupanya, kata-kata sang anak yang begitu polos telah menyadarkannya dari perilaku yang menyimpang. Ia teringat tentang hukum karma, hukum sebab akibat yang akan terus berputar. Ia pun memeluk anak semata wayangnya penuh kasih sayang dengan satu harapan "semoga anakku menjadi anak yang berbakti terhadap orangtua".

Demikianlah, hukum karma akan selalu berproses dan berlaku universal. Apakah orang percaya atau tidak, sadar atau tidak, diakui atau tidak, hukum karma universal ini akan bekerja sesuai alurnya kepada siapa saja tanpa kecuali.



Share:

Minggu, 24 Oktober 2010

Inilah Aku Sebenarnya (Karena Aku Menyayangimu)

Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada (12)

Tak ingin ku perdulikan serpihan yang ada disekitarku, yang sesekali menyibak rasaku. Terkadang, aku mencoba untuk berlalu hanya demi menjaga sebuah hati. Tapi jujur, aku tak mampu melepasmu. Disaat kedekatan ini begitu hangat. Ada perasaan ingin berkata jujur. Ingin menunjukkan siapa sebenarnya diri ini. Bahwa sebenarnya tidak seperti yang kau kira. Tapi dimanakah keberanianku? Hilang lenyap, dan menguap entah kemana begitu melihatmu.

Aku bisa saja beralasan; menunggu sinyal yang kau berikan, bahwa kau siap menerima kenyataan ini. Tapi sampai kapan?

Dan hari demi haripun berlalu, menyisakan seonggok rahasia karena keberanianku yang sirna, dibalut oleh rasa bersalah tak berkesudahan. Hingga akhirnya sinyal itu begitu jelas terlihat di ucap dan sinar matamu. Terjadi keinginanku berkata jujur padamu. Aku tahu, ini mempertaruhkan kedekatan yang ada selama ini. Tapi semua demi kau. It's really all for you.

Sungguh tak mudah ungkapkan itu. Dan samasekali tak ada niat mempermainkan. Segenap keberanian kukumpulkan. Dan dengan sedikit gagap kuungkapkan kenyataan pahit ini, yang sekalipun dapat mengubah pandanganmu tentang diri ini, aku ikhlas...

Terdengar nada terkejut dari suara lembutmu. Membuat hati semakin bergetar. Aku terus berbicara, dan berbicara, hingga tak terdengar suaramu. Dan aku semakin takut… Aku tau kau shok, aku tau kau terkaget-kaget, dan aku tau hatimu menangis.

Berat... Sungguh berat sekali hari ini. Percakapan yang diawali canda dan berakhir dengan linangan airmatamu.

Yah.. Inilah aku sebenarnya. Mungkin kau akan berubah, tapi kuharap tidak...
Karena aku sungguh sayang kamu.

Dan bila nanti, kau bertanya tentang isi hatiku? Entahlah...
Yang kutahu, aku selalu menyanyangimu. Dan sekuntum doa itu selalu ada, untukmu.

(dari rasa yang terlalu)

Image Hosted by ImageShack.us



Share:

Award From Gaphe

A big thank you to Gaphe for giving me the award celebrates of the 100th post on his blog. Take a moment to check out her wonderful blog gaphebercerita.blogspot.com for yourself. Because on his blog, he tells of the journey he had made to several places such as Singapore, Surabaya, Makassar, Yogyakarta and several other places. Cuisine tasty or references in many places. Thanks friend, hopefully more and more the spirit of blogging.

Share:

Jumat, 22 Oktober 2010

Ingin Terlihat Lebih Menarik? Pilihlah Pakaian Merah!

Warna pakaian yang Anda pilih ternyata menyampaikan pesan pada orang di sekeliling Anda. Pesan itu bisa berarti menyejukkan, menggoda, gembira, atau menakutkan. Beberapa contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya, petugas keamanan yang memakai warna biru tua menyampaikan pesan berwibawa dan berkuasa, juru rawat yang memakai seragam warna hijau pupus menyiratkan kesan tenang dan damai.

Leatrice Eisman, seorang konsultan warna, penulis buku More Alive With Color, memberi arti dari warna merah sebagai; kekuatan, keberanian, konfidens, dan gairah. Selain itu merah adalah warna yang punya banyak arti, mulai dari cinta yang menggairahkan hingga kekerasan perang. Warna ini tak cuma memengaruhi psikologi tapi juga fisik. Penelitian menunjukkan, menatap warna merah bisa meningkatkan detak jantung dan membuat kita bernapas lebih cepat.

Ini adalah warna yang dinamis dan dramatis. Bila dipakai dalam dunia profesional memiliki kesan yang sangat kuat. Tapi jangan gunakan baju merah saat wawancara kerja. karena warna ini cenderung bisa menimbulkan konflik saat negosiasi. Kenakan warna merah hanya sebagai aksen saja, misalnya kamisol merah yang dipadankan dengan blazer abu-abu, setidaknya begitu menurut Eisman.

Pandangan serupa diungkapkan oleh peneliti dari Universitas Rochester New York, Amerika Serikat membuktikan pakaian merah juga membuat lawan jenis lebih menaruh perhatian, tergoda dan berhasrat untuk mendekat. Kelompok peneliti ini meyakini merah merupakan warna yang berkaitan dengan proses pembuahan. "Pada hewan, merah menandakan betina yang sedang subur-suburnya," kata salah satu peneliti, Niesta Kayser, seperti dikutip Daily Mail. Contohnya babon betina yang kulitnya memerah jika mendekati masa ovulasi.

Sedangkan menurut saya? ...hehe
Saya jadi teringat lagu "Lady in Red" nya Chris de Burgh, di album Into The Light, tahun 1986.

I've never seen you looking so lovely
as you did tonight,
I've never seen you shine so bright,
I've never seen so many men ask you
if you wanted to dance,
They're looking for a little romance,
given half a chance,
And I have never seen that dress you're wearing,
Or the highlights in your hair that catch your eyes,
I have been blind;

The lady in red is dancing with me,
cheek to cheek,
There's nobody here, it's just you and me,
It's where I want to be,
But I hardly know this beauty by my side,
I'll never forget the way you look tonight;

I've never seen you looking so gorgeous
as you did tonight,
I've never seen you shine so bright,
you were amazing,
I've never seen so many people want
to be there by your side,
And when you turned to me and smiled,
it took my breath away,
And I have never had such a feeling,
Such a feeling of complete and utter love,
as I do tonight;

The lady in red is dancing with me,
cheek to cheek,
There's nobody here, it's just you and me,
It's where I want to be,
But I hardly know this beauty by my side,
I'll never forget the way you look tonight;

I never will forget the way you look tonight
The lady in red, the lady in red,
The lady in red, my lady in red,

I love you...



Yap, tunggu apalagi? Anda ingin terlihat lebih menarik?
Pilihlah pakaian warna merah...


Share:

Jumat, 08 Oktober 2010

Menjadi Pemenang Di Tempat Dan Waktu Yang Tepat

Jika Anda disodori sebuah pertanyaan tentang ilmu apa yang paling dibutuhkan saat ini, kira-kira apa pendapat Anda? Tentulah setiap orang memiliki pendapatnya sendiri-sendiri yang bisa jadi berbeda satu sama lain, karena istilah “ilmu yang paling dibutuhkan” ini juga bisa dilihat dari banyak sisi. Namun di sini marilah kita melihatnya dari sisi gaya hidup saat ini, di era digital (dalam gaya hidup digital).

Salah satu ciri yang begitu kental dalam gaya hidup digital adalah perubahan yang begitu cepat. Rasanya hal-hal baru selalu datang silih berganti. Belum selesai belajar satu hal, hal yang baru sudah muncul. Baru saja mempelajari teknologi A, teknologi B sudah muncul. Dalam keadaan yang seperti ini, ilmu apakah yang paling kita butuhkan?

Bila Anda berpendapat bahwa ilmu yang dibutuhkan adalah ilmu untuk belajar ilmu baru dengan cepat, itu artinya karena perubahan sekarang yang begitu cepatnya. Maka ilmu yang terpenting adalah "ilmu tentang cara belajar", ilmu tentang bagaimana mempelajari sesuatu yang baru dengan efektif. Dengan demikian saat ada ilmu baru muncul, kita bisa mempelajari dan menyerapnya dengan cepat pula.

Namun demikian, marilah kita coba memikirkannya kembali, apakah benar bahwa ilmu yang paling dibutuhkan adalah ilmu untuk belajar ilmu baru dengan cepat? Apakah kemampuan untuk belajar dengan cepat saja cukup? Hm... mungkin Anda mulai berpendapat lain bukan?

Yup, sekarang ini perkembangan begitu pesatnya, sehingga orang yang mampu belajar cepat pun tidak akan mampu mengikuti semuanya. Kalau ia berusaha mengikuti semuanya, maka ia hanya akan menjadi orang yang rata-rata saja. Dan orang yang rata-rata di jaman sekarang ini gawat, benar-benar gawat! Mungkin ia bisa saja melamar ke banyak macam pekerjaan, tapi di semua pekerjaan itu kemungkinan besar ia akan ditolak, mengapa? Karena selalu ada orang-orang yang lebih baik daripada dirinya. Di jaman sekarang ini, orang yang hanya rata-rata memang akan selalu kesulitan mendapat tempat.

Lalu apa lagi yang kita butuhkan? Dalam hal ini, bila kita hanya memiliki kemampuan belajar cepat saja tentulah tidak cukup. And then what else is still lacking?
Kita percaya bahwa jawabannya adalah "kemampuan untuk memilih ilmu yang tepat". Kita harus mampu memilih ilmu yang tepat dulu, dan baru kemudian mempelajarinya dengan cepat. Dengan cara ini kita akan menjadi orang yang unggul di bidangnya.

Maka ilmu yang paling dibutuhkan adalah "ilmu untuk memilih ilmu yang tepat dan mempelajarinya dengan cepat". This is the key!

Dengan memilih ilmu yang tepat maka kita akan bisa memaksimalkan potensi dan waktu kita hingga menjadi lebih efektif dan efisien. Tidak ada energi yang terbuang percuma. Semua energi kita difokuskan ke satu arah yang akan memberikan dampak terbesar. Dan ditambah lagi dengan kemampuan belajar cepat, maka kita akan menjadi orang yang unggul di bidang itu. Kita bisa menjadi pemenang di tempat dan waktu yang tepat. Sekarang pertanyaannya adalah, sudahkah kita menguasai ilmu yang paling dibutuhkan ini?



Share: