Penggalan Jurnal Kehidupan, Kisah, Inspirasi, Informasi, Tips, Opini

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Oktober 2010

Mungkinkah Kereta Api Telah Berubah Menjadi Monster Menakutkan?

Kereta api adalah salah satu jenis transportasi darat yang cukup di minati masyarakat. Kehadiran kereta api di Indonesia ditandai dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan KA didesa Kemijen Jum'at tanggal 17 Juni 1864 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan diprakarsai oleh "Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij" (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada Hari Sabtu, 10 Agustus 1867.

Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun jalan KA antara Kemijen - Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA didaerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan panjang jalan rel antara 1864 - 1900 tumbuh dengan pesat. Kalau tahun 1867 baru 25 km, tahun 1870 menjadi 110 km, tahun 1880 mencapai 405 km, tahun 1890 menjadi 1.427 km dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 km.

Selain di Jawa, pembangunan jalan KA juga dilakukan di Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), bahkan tahun 1922 di Sulawasi juga telah dibangun jalan KA sepanjang 47 Km antara Makasar - Takalar, yang pengoperasiannya dilakukan tanggal 1 Juli 1923, sisanya Ujungpandang - Maros belum sempat diselesaikan. Sedangkan di Kalimantan, meskipun belum sempat dibangun, studi jalan KA Pontianak - Sambas (220 Km) sudah diselesaikan. Demikian juga di pulau Bali dan Lombok, juga pernah dilakukan studi pembangunan jalan KA.

Sampai dengan tahun 1939, panjang jalan KA di Indonesia mencapai 6.811 km. Tetapi, pada tahun 1950 panjangnya berkurang menjadi 5.910 km, kurang lebih 901 km raib, yang diperkirakan karena dibongkar semasa pendudukan Jepang dan diangkut ke Burma untuk pembangunan jalan KA disana.

Jenis jalan rel KA di Indonesia dibedakan dengan lebar sepur 1.067 mm; 750 mm (di Aceh) dan 600 mm dibeberapa lintas cabang dan tram kota. Jalan rel yang dibongkar semasa pendudukan Jepang (1942 - 1943) sepanjang 473 km, sedangkan jalan KA yang dibangun semasa pendudukan Jepang adalah 83 km antara Bayah - Cikara dan 220 km antara Muaro - Pekanbaru. Ironisnya, dengan teknologi yang seadanya, jalan KA Muaro - Pekanbaru diprogramkan selesai pembangunannya selama 15 bulan yang memperkerjakan 27.500 orang, 25.000 diantaranya adalah Romusha. Jalan yang melintasi rawa-rawa, perbukitan, serta sungai yang deras arusnya ini, banyak menelan korban yang makamnya bertebaran sepanjang Muaro - Pekanbaru.

Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, karyawan KA yang tergabung dalam "Angkatan Moeda Kereta Api" (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari pihak Jepang. Peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal 28 September 1945, pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya, menegaskan bahwa mulai tanggal 28 September 1945 kekuasaan perkeretaapian berada ditangan bangsa Indonesia. Orang Jepang tidak diperkenankan lagi campur tangan dengan urusan perkeretaapian di Indonesia. Inilah yang melandasi ditetapkannya 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api di Indonesia, serta dibentuknya "Djawatan Kereta Api Republik Indonesia" (DKARI). (http://www.kereta-api.com)

Tetapi, sejarahnya yang panjang tidak membuat perkereta api-an di Indonesia menjadi semakin lebih baik malah semakin memprihatinkan. Baru-baru ini tabrakan KA di Pemalang Jawa Tengah antara Kereta Api Argo Anggrek dan KA Senja Utama, menggugah kembali rasa prihatin masyarakat akan buruknya pelayanan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Dalam dunia perkeretaapian, kecelakaan yang dianggap paling konyol adalah tabrakan antara dua lokomotif berhadapan (head to head). Asumsinya, masing-masing masinis berada di posisi paling depan dan paling tahu keadaan serta bisa segera bertindak jika ada hal-hal yang membahayakan, misalnya, ada kereta lain di depan.

Kecelakaan jenis lain, misalnya, terguling akibat rel bergeser, atau bahkan menabrak KA dari belakang (tabrakan KA di Pemalang), dianggap masih lebih rendah derajatnya daripada head to head. Memang bisa saja terjadi head to head akibat kesalahan arah karena "salah wesel", artinya perangkat wesel memindahkan arah ke rel yang ada keretanya. Tetapi, itu jarang terjadi, sebab umumnya kereta api mengurangi kecepatannya kalau masuk stasiun, terutama kalau ada tanda masuk rel belok.

Yah.., setiap kecelakaan tentu ada sebabnya, termasuk kecelakaan transportasi yang mungkin dapat dicegah. Yang secara umum terdapat 2 hal pokok, yaitu: perilaku kerja yang berbahaya (unsafe human act) dan kondisi yang berbahaya (unsafe conditions). Dari penelitian-penelitian yang telah sering dilakukan ternyata faktor manusia memegang peran penting dalam hal timbulnya kecelakaan. Penelitian menyatakan bahwa 80% - 85% kecelakaan disebabkan oleh kelalaian atau human error.

Karena itulah semua kesalahan kerap ditimpakan pada peralatan atau paling sering faktor human error. Teori memang menyebutkan, dari setiap kecelakaan, 80 persen penyebabnya adalah faktor manusia, sementara peran cuaca, perangkat teknik dan sebagainya tidak terlalu besar. Dan masinis memang selalu jadi kambing hitam paling empuk. Sudah kena CO (commissie van onderzoek - pemeriksaan internal), juga bisa kena pidana kalau menyangkut nyawa manusia. Dan secara kasat mata mungkin saja mereka memang salah bila menjalankan KA tanpa taat prosedur.

Mungkinkah kereta api telah berubah menjadi monster menakutkan karena kecelakaan yang membawa korban jiwa? Semoga tidak. Dan semoga pula kereta api tetap di minati masyarakat sebagai jenis transportasi darat yang murah, aman dan nyaman.


Share:

Kamis, 05 Agustus 2010

Sejarah Terjadinya Perang Dunia II (Penyebab)

Menjelang peringatan hari kemerdekaan negara kita di bulan Agustus ini, saya tertarik untuk mengajak Anda mengingat kembali sejarah terjadinya Perang Dunia ke II. Karena betapa perang telah begitu merusak dan memporak-porandakan segala sendi kehidupan umat manusia.


Sejarah telah mencatat, bahwa pada tahun 1939-1945 telah terjadi Perang Dunia II. Dua fraksi yang bertikai dalam peperangan ini adalah kekuatan Fraksi Fasis (Jerman, Italia dan Jepang), dengan Fraksi Anti-Fasis yang bersekutu (Inggris Raya, Prancis, dan Amerika Serikat). Sedangkan Uni Soviet dan negara-negara lainnya yang tidak termasuk kedalam dua fraksi ini lebih bersifat moderat dan netral.

Perang Dunia II ini adalah perang berskala terbesar dan berdampak paling fatal dalam kehidupan umat manusia. Inilah hasil dari agresi tiga negara Imperialis ; Jerman, Italia dan Jepang.


Penyebab Terjadinya Perang

Mendirikan kekuasaan politik fasisme dan agresi militer untuk memperluas tiga bangsa imperialis Jerman, Jepang dan Italia adalah akar penyebab dari Perang Dunia II.

Pada tahun 1930an, negara-negara fasis tersebut memulai perang dalam skala kecil dengan negara-negara tetangga. Namun, serangan brutal Jerman ke beberapa negara yang berpengaruh di Eropa [Inggris, Prancis, Belanda] dan ekspansi besar-besaran Jepang ke lautan Pasifik menjadi penyulut dari Perang Dunia II ini ke arah perang global. Selama musim semi dan musim panas tahun 1939, ketegangan meningkat di antara negara-negara Eropa. Perang Dunia meletus akhirnya setelah perjuangan diplomatik rumit dari invasi Jerman di Eropa dan invasi Jepang di Asia.

Serangan angkatan bersenjata Jepang atas Pearl Harbor memprovokasi Perang Pasifik dan perang terjadi sepanjang Asia Tenggara dan Oceania. Serangan itu membuat Amerika Serikat dan negara-negara sekutu terlibat dalam perang global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Image Hosted by ImageShack.us



Share:

Senin, 26 Oktober 2009

Pada Jaman Apakah Anda Dilahirkan?

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.(Wikipedia)

Sementara fungsi berikut ini adalah fungsi versi lain dari uang, yaitu sebagai alat test untuk mengetahui pada jaman apakah Anda dilahirkan...hahaha

Tidak percaya? Baiklah mari kita coba perhatikan gambar-gambar uang di bawah ini. Kemudian tanyakan kepada diri Anda, apakah Anda pernah menggunakan uang tersebut sebagai alat tukar?


Yang pernah menggunakan uang ini lahir pada jaman
RI Kesatuan



Yang pernah menggunakan uang ini lahir pada jaman
Republik Indonesia Serikat (RIS)



Yang pernah menggunakan uang ini lahir pada jaman
sebelum Republik Indonesia Serikat RIS



Yang pernah menggunakan uang ini lahir pada jaman
Penjajahan Jepang



Yang pernah menggunakan uang ini berarti lahir pada jaman
Penjajahan Belanda



Yang pernah menggunakan uang ini lahir pada jaman
Kerajaan




Nah kalau yang di bawah ini award bergambar uang kuno Liberte Egalite Fraternite Republique Francaise emisi tahun 1925 yang saya dapat dari Mbak Fanny, untuk yang pernah menggunakan uang ini berarti lahir pada jaman kolonial Belanda tapi berada di Perancis. Dan langsung saya pajang bersama postingan saya kali ini yang bertabur uang...hahaha


Dan satu lagi award dari Mbak Sinta (Penikmat Buku), yang lama terpendam dalam kotak awardku yang baru sempat saya pajang sekarang berhubung lama nggak update blog ini.
Terimakasih...



Share: