Wangi tubuh merupakan suatu daya pikat tersendiri yang dapat menarik lawan jenis atau laksana dejavu yang mampu menimbulkan kembali memori masa lalu dari sebuah plot kenangan tertentu.
Dari sudut estetika wewangian bisa menggambarkan keindahan, dan secara kejiwaan unsur ini menimbulkan perasaan sempurna pada wanita. Namun yang pasti, wewangian memang mampu memuaskan indera penciuman.
Riwayat parfum berkaitan erat dengan sejarah umat manusia. Kata "perfume" sendiri berasal dari bahasa Latin "per fumum" yang berarti melalui asap. Sejak zaman prasejarah, manusia telah menambah kelezatan pada makanannya dengan membakar minyak dan kayu beraroma.
Kisah kecantikan seorang Ratu Mesir bernama Cleopatra hingga Julius Caesar pun bertekuk lutut dihadapannya. Dan karena kecantikan sejalan dengan wewangian, maka seperti apakah harum parfum seorang Cleopatra yang sangat mempesona itu? Parfum tersebut diperkirakan dibuat dari bahan kemenyan yang diimpor dari wilayah yang kini disebut Somalia. Saat itu kemenyan sangat bernilai dan hanya dipakai di lokasi pemujaan dan lingkungan kerajaan. Orang-orang Mesir kuno di zaman itu menghormati para dewanya dengan kemenyan, salep dan minyak wewangian. Semua menjadi bagian penting kegiatan keagamaan dan keindahan wanita dan pria.
Bagaimana dengan parfum tradisional Indonesia tempo doeloe? Tentunya masyarakat Indonesia sudah gak asing lagi dengan wewangian floral dari melati, mawar, cengkeh, pandan, cendana, hingga gula aren bukan?
Anda ingat cerita seorang pemuda miskin dalam film Perancis berjudul "Parfume"? Jean-Baptiste Grenouille yang bekerja di penyamakan kulit, terpaksa harus disandera rasa penasaran yang luar biasa ketika mencium parfum di tengah perjalanannya ke kota. Grenoulle sibuk menggali memori di balik tebaran wewangian dari sekitarnya. Hingga ia menguasai dunia dengan sebotol kecil parfum yang dikantonginya. Hanya sebotol kecil, tidak sampai setengah liter. Hanya dengan itu saja, orang-orang akan memujanya dimanapun dia berada.
Lain lagi kisah Abu Ahmed, pemilik toko Stay Stylish, begitu cerdik memasukkan sebuah cerita ke dalam botol parfum. Di antara sekian produksi parfum yang ia hasilkan, mungkin M75 adalah salah satu merek parfum yang akan dinobatkan sebagai legenda. Warga Palestina memburunya setiap saat. Parfum ini seolah menjadi penghibur akhir tahun yang sempurna. Membuat seluruh warga Palestina seolah mendengar cerita-cerita kemenangan di balik wewangian M75.
Maka parfum tidak lagi berfungsi sebagai wewangian saja, namun juga tukang cerita, jembatan antara manusia dan cerita di balik moment-moment spesialnya. Dan ketika parfum telah berubah fungsi menjadi tukang cerita, maka bersiaplah mengenang segala yang manis dari setiap wewangian yang Anda cium.
Jika Cleopatra membuat Julius Caesar bertekuk lutut dihadapannya, Grenouille menguasai dunia dengan sebotol kecil parfum, M75 memperdengarkan cerita-cerita kemenangan warga Palestina, dan kearifan budaya tradisional kita dengan wewangian floral yang khas, lalu apa cerita dari parfum Anda?
Yang pasti apa pun ceritanya, terimakasih untuk Anda yang menebar parfum hari ini. Anda, begitu pula Cleopatra, dan yang lainnya, telah menebar banyak cerita yang luar biasa.









