Penggalan Jurnal Kehidupan, Kisah, Inspirasi, Informasi, Tips, Opini

Rabu, 16 Januari 2013

Inception, Gue Ngerasa Dihargai

Sabtu malam kemarin gue gak kemana-mana... ya karena capek, dan yang pasti karena di luar juga hujan gede seperti digelontorkan dari langit. Tapi gue gak mau terjerumus dalam kejenuhan di rumah gue sendiri, ya alhasil gua mikir... enaknya ngapain sebelum kantuk menjajah mata gue.

Sementara acara TV ngebosenin, sinetron melulu...huff (sorry kalo ada yang tersinggung, emang asli gue gak terlalu suka sama sinetron, telenovela, dan sejenisnya). Buka inet koneksi gak tau kenapa dari kemarin setiap loading tuh cursor lappy gue muter-muter mulu kayak kesetanan.

Akhirnya gue putusin buat nonton film yang pernah gue copy ke lappy gue. Bingung nyari film apa yang cucok dipelototin malam ini... Dan gue tertarik sama film berjudul Inception garapan Christopher Nolan yang diperanin Leonardo DiCaprio. Film lama, tahun 2010 (asli belum sempat gue tonton, terserah kalo kalian pada teriak berjamaah bilang huuu..., gak bakal gue gubris).

Ok, play and let's watch the movie...

Secara garis besar, ide film ini lebih menekankan pada manipulasi imajinasi yang dikemas dengan fantasi yang kompleks dalam wujud mimpi yang bertingkat. Banyak hal tak terduga hampir di setiap liku cerita. Dan terasa makin lengkap dengan efek-efek brilian dan sentuhan scoring yang mantap dari Hans Zimmer, berhasil membuat gue banyak mengernyitkan dahi untuk mencerna jalan ceritanya.

Eitt.. Jangan pernah berpikir gue emang dari sononya lemot karena susah mencerna jalan cerita film yang rumit yak.. enak aja! Gue tuh banyak mengernyitkan dahi nonton nih film karena gue butuh sedikit konsentrasi buat menghayati ceritanya, supaya benar-bernar bisa mengikuti alur filmnya, begituu... Padahal asli di awal-awal nonton film ini gue udah serius... serius dibikin bingung, hhrrr...

Gue di sini gak nulis sinopsisnya, cari aja di web lain... pasti nemu (sorry kalo kecele).

Di sini gue cuma mau bilang kalo gue takjub sama aksi-aksi dalam film Inception, yang seperti hujan malam ini, banyak menggelontorkan kejadian dalam alam bawah sadar karakternya dengan bumbu halusinasi visual.

Dan satu hal lagi yang gue suka dari film ini; gue ngerasa dihargai sama bung Nolan yang menganggap gue memiliki intelektualitas tinggi atau setidak-tidaknya dipercaya kalo gue sanggup berusaha untuk mencapai level intelektualitas yang mumpuni... pokpokpok.

Beres nonton sampe tamat, di luar masih hujan. Tapi sudah gak sederas tadi, cuma gerimis-gerimis mengundang kantuk. Dan gue landing di kasur bener-bener nyenyak bobo...

Share:

Rabu, 19 Desember 2012

Keju, Rahasia Panjang Umurnya Orang Prancis

Konon kabar, orang-orang di suatu wilayah tertentu bisa hidup lebih lama daripada orang-orang di belahan dunia lainnya. Seperti halnya orang Prancis yang terkenal berumur panjang kendati mereka suka makan makanan berlemak jenuh tinggi.

Dan konon kabarnya pula, bahwa wanita Prancis-lah yang menikmati predikat sebagai manusia dengan angka harapan hidup terpanjang di Eropa dengan usia mencapai 85,3 tahun.

Kemudian baru-baru ini sebuah studi baru menemukan bahwa rahasia panjang umur orang Prancis itu terletak dari makanan mereka yaitu keju Roquefort atau biasa dikenal dengan keju biru. Menurut peneliti, keju ini dapat melindungi orang-orang yang mengonsumsinya dari penyakit jantung meskipun kandungan lemak dan garamnya terhitung tinggi.

Dengan menggunakan sebuah teknologi baru, peneliti menemukan bahwa keju yang terkenal karena permukaannya ditumbuhi jamur berwarna biru kehijauan ini mengandung properti anti-peradangan yang akan bekerja efektif melindungi jantung, terutama ketika kejunya berada dalam kondisi matang.

Properti ini juga diketahui mampu menunjukkan kinerja terbaiknya di bagian tubuh yang lingkungannya bersifat asam seperti di lapisan lambung atau permukaan kulit. Lagipula telah lama diketahui bahwa pengasaman adalah salah satu proses yang sering 'mendampingi' peradangan seperti halnya terjadi pada sendi yang terserang arthritis atau plak khusus yang muncul di dinding arteri.

Share:

Minggu, 16 Desember 2012

Indonesia Pernah Dilirik untuk Lokasi Film James Bond

K onon kabar, Indonesia pernah dilirik produser film untuk menjadi tempat salah satu shooting film James Bond, Tomorrow Never Dies. Sayangnya, akibat kebebalan birokrasi di negeri ini, peluang menarik jutaan wisatawan domestik dan asing untuk mengunjungi bekas tapak shooting James Bond sirna begitu saja.

Shooting film James Bond tak pernah dibuat di Indonesia meski peluang untuk itu sudah ada di depan mata. Tomorrow Never Dies yang dibintangi Pierce Brosnan bersama aktor asal negeri jiran Malaysia, Michelle Yeoh, tak pernah sekali pun mengambil setting berlatar belakang beragamnya tempat di Indonesia.

Bagi yang sudah menyaksikan film terbaru James Bond, Skyfall, tentu seperti film-film Bond sebelumnya, penonton disuguhi pemandangan dari berbagai belahan dunia yang menjadi setting aksi agen rahasia Inggris tersebut. Di Skyfall, kita diajak berkeliling dari Turki, London, hingga China.

Negara tetangga Indonesia, Thailand, mendapat berkah ketika salah satu destinasi wisata mereka menjadi tempat shooting film James Bond, The Man with The Golden Gun.

Share:

Minggu, 16 Oktober 2011

Enggan Menjadi Tua Bukan Berarti Melawan Gilasan Waktu

Ulang Tahun... Apa artinya bagi seseorang?
Tentunya adalah saat-saat membahagiakan tatkala kolega, teman, sahabat, kerabat, saudara, orang tercinta... mengucapkan "Selamat Ulang Tahun", maka berlonjaklah hati dalam kegembiraan. Berlanjut datangnya kiriman kado, ucapan, dan berjuta kebahagiaan dari berbagai penjuru. Dan lalu apa yang akan dilakukan? Membuka kado, membalas ucapan-ucapan, atau makan-makan sekadar berbagi kebahagiaan di usia yang baru?
Bila ditanya apakah gue bahagia dengan usia yang bertambah? Jujur, gue bilang "gak!". Gue ngerasa semakin tua dan menjadi renta. Sungguh ingin rasanya kembali seperti masa kanak-kanak, tapi pastinya gak akan mungkin. (nyadar diri..hehe)

Tentunya kita tau kan? Wahana yang paling nikmat untuk bermain dan menikmati hidup adalah ketika kita masih muda dan kanak-kanak. Maka berbahagialah mereka yang masih muda, nikmatilah masa kanak-kanak kalian sebelum tua.

Kenapa gue bilang sebelum tua dan bukannya sebelum dewasa? Karena gak sedikit orang yang sudah tua tapi berpikir gak dewasa (apalagi yang style-nya saingan sama anak belasan tahun, ya udah.. jadi kayak jaman Jurasic dah..hehe ).

Yup, "tua itu pasti, dewasa itu pilihan". Dan manakala seseorang telah memasuki babak pendewasaan, maka semakin lenyaplah masa-masa bermain. Mereka harus bisa mendewasakan dirinya bagaimanapun keadaannya.

Maka bila kita bertanya, patutkah berbahagia kala ulang tahun? Ketika usia bertambah dan menjadi tua, raut wajah menjadi keriput, rambut yang mulai beruban, dan kita kehilangan jiwa kemenangan yang dulu. Ketika pijakan usia di dunia tersisa semakin dangkal, menyusut oleh gilasan waktu secara perlahan namun pasti. Hingga pada akhirnya kita akan tertuju pada satu garis finish yang semua orang pasti sama-sama akan menjalaninya. Pembedanya hanyalah waktu, tempat, dan caranya saja.

Ahk, sahabatku, bila kau berulang tahun di hari ini dan membaca coretan gue ini, janganlah kau merasa hari ini kau tak patut bersuka cita karena umurmu bertambah atau terperangah di depan cermin sambil memandangi wajahmu sudah mulai keriput atau belum, berlama-lama menyisir rambutmu helai demi helai kalau-kalau uban telah tumbuh. Hahaha...
Lebih baik rekoleksi dan introspeksi diri, lalu persiapkan diri untuk tingkat kedewasaan yang lebih matang di umurmu yang sekarang dan selanjutnya.

Mungkin inilah ungkapan perasaan gue di hari ulang tahun, ketika umur gue di dunia berkurang lagi setahun. Dan gue selalu enggan menjadi tua, bukan berarti gue melawan gilasan waktu. Malah sebaliknya, buat rekoleksi dan lebih mematangkan jiwa dengan mengkaji pengalaman hidup yang terkumpul. Selalu dan selamanya...

Share: