Penggalan Jurnal Kehidupan, Kisah, Inspirasi, Informasi, Tips, Opini

Jumat, 23 Oktober 2009

Saat Tak Ada Teman Untuk Berbagi

Sebagai manusia kita tentu tak pernah luput dari perasaan kesal, benci, bosan, galau dan frutasi. Hal itu wajar, apalagi bila pekerjaan menuntut banyak hal pada kita. Tentulah timbul perasaan depresi pada pekerajaan, dan menjadi lebih buruk lagi bila ruang lingkup sosial membuat kita semakin terpojok dan tertekan.

Sesuatu yang kecil yang nampak tak ada apa-apanya bisa berakibat besar bahkan sangat besar. Api yang semula sekedar bara saja mana kala bertemu dengan media yang mudah terbakar ditambah sedikit bantuan angin bisa menjadi api yang membakar. Demikian pula dengan kebencian yang semula hanya sebuah kekesalan. Manakala bertemu dengan emosi ditambah sedikit faktor negatif bisa-bisa mendatangkan ketidaknyamanan yang merusak.

Ada baiknya memang bila kita berbagi dengan teman kita. Hanya sayang, belum tentu mereka peduli dan menyediakan waktu untuk kita. Terlebih bila kita tinggal di lingkungan metropolitan, susah mencari sahabat yang benar-benar mengerti tentang diri kita sepenuhnya.

Dalam keadaan demikian, apa yang bisa kita lakukan pada saat-saat perasaan gundah dan tak ada teman untuk berbagi?

Bila perasaan kesal itu diakibatkan oleh pekerjaan, maka tanyakan kepada diri kita; apakah pekerjaan itu yang benar-benar kita inginkan dalam hidup kita atau hanya sekedar mencari keuntungan saja? Bila memang pekerjaan itu yang kita inginkan namun rasa jenuh sudah mulai kita rasakan ambilah cuti satu atau tiga hari. Sebagai refreshing untuk menghilang kejenuhan yang kita rasakan. Sehingga pada keesokan harinya saat kembali bekerja, kita merasa fresh dan siap untuk tantangan pekerjaan selanjutnya.

Bila rasa kesal itu diakibatkan oleh teman, maka lebih baik menghindari teman kita tersebut untuk beberapa hari agar suasana kesal di hati hilang. Sebab bila kita bertemu disaat sedang kesal dengannya bisa berabe dan alhasil malah tambah runyam. Jadi sebaiknya hindari ia sebisa mungkin sampai perasaan kesal di hati reda kembali, tenang dan menyenangkan.

Bila rasa kesal terhadap diri sendiri (bisa saja kita merasakan perasaan tersebut). Maka ada baiknya melakukan hal-hal di luar kebiasaan kita. Misalnya kita tidak suka memanjakan diri kita ke salon dan spa, kita lakukan itu. Dengan kata lain, lakukan hal yang berbeda. Melakukan penyegaran sekaligus merawat tubuh tidak ada salahnya tuh.

Agar hidup kita semakin indah dan menyenangkan carilah makanan yang bisa mencairkan suasana hati saat sedang kesal, bosan dan sejenisnya (bisa dengan memakan makanan yang cairannya manis serta dingin menyegarkan semisal; es cream, buah-buahan dingin, dll.)

Selain itu menuliskan secara jujur kegalauan di hati pada selembar kertas untuk kemudian di buang, bisa sangat membantu dan rahasia tetap terjaga (karena bila tulisan kita pada selembar kertas itu masih tersimpan dan secara tak sengaja kita temukan, bisa-bisa kegalauan hati yang telah hilang dapat kembali terasakan).

Semoga bermanfaat...



Share:

Kamis, 22 Oktober 2009

Klub Polygami


Bro: hi sis...
Sis: hi juga bro...
Bro: ngobrol-ngobrol yuk?
Sis: boleh...
Bro: kali ini enaknya ngobrolin apa ya?
Sis: ya tentang topik yang aktual dong!
Bro: iya, terus topik yang sekarang sedang hangat dibicarakan orang apa ya?
Sis: walah...?
jaman gini kok masih gak tau topik yang sedang banyak dibicarakan orang sih!
Bro: hahaha... ya taulah, just kidding
oya... sekarang lagi-lagi masalah polygami sedang hangat loh
Sis: nah tuh tau...
ya udah, ngobrol itu ajah
Bro: ahk, kayaknya topik tentang itu dari dulu muter-muter melulu ya?
Sis: iya sih... banyak yang bilang boleh-boleh ajah dengan catatan harus seijin istri, tapi banyak juga
yang bilang; janganlah, kasian tuh istrinya. coba kalo istrinya juga punya laki lebih dari satu...
gimana coba?
Bro: nah lo, gitu terus kan dari dulu...
Sis: yup, hanya masalahnya sekarang ada klubnya... hihihi
Bro: ow... kan klub itu berasal dari negara tetangga kan?
Sis: yup, en sekarang lagi melebarkan sayapnya ke sini
Bro: wow...
Sis: lho kok wow? pengen gabung ya?
Bro: hahaha... ya gaklah
Sis: ya iyalah, situ kan kere... udah gitu madesu lagi, masa mau ikut-ikutan berpolygami ria?
Bro: weks... dah ah, jangan ngobrol topik itu... ujung-ujungnya malah bisa-bisa saling ejek
Sis: hihihi... ya udah, yuk ngobrolin menteri-menteri di kabinet Indonesia bersatu jilid 2..!
Bro: gak ahk, udah keburu nek...
Sis: ok, hihihi...
Bro: bye sis...
Sis: bye bro...



Share:

Rabu, 21 Oktober 2009

Aku selalu merindukanmu









Tubuh lelaki itu semakin kurus.
Lelaki yang kukenal karena kesabarannya.
Lelaki yang kerap membangkitkan semangatku.
Yang selalu bercerita tentang hidup dan kehidupan.
Yang selalu bersedia berkorban apa saja agar kubahagia.

Terbayang seolah baru kemarin,
tubuh kekarmu, tegap.
Berdiri tegak,
dalam balutan seragam hijau, gagah.

Malam larut...
Ada tetes air di matanya,
yang kutahu ia tengah menahan
sakit tak terperi.
Kangker stadium tinggi.

Raut wajahnya tetap tenang,
semakin tenang membisikkan;
bait bait amanah,
kutanam dalam di aliran darahku.

Sesal ku tak mampu mengantar kepergianmu.
Selamat jalan Ayahanda tercinta...
Semoga Malaikat pembawa pelita senantiasa menemani.
Do'aku senantiasa terpanjat untukmu...
Semoga Ayah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

(untuk Ayahanda alm.)



Image Hosted by ImageShack.us


Share:

Karena Suatu Alasan

Setiap orang selalu memiliki pengharapan tersendiri. Pengharapan itu biasanya berupa suatu cita-cita agar keadaan kelak lebih baik. Mungkin semua orang di dunia ini punya mimpi menjadi orang pilihan. Seorang yang mempunyai kelebihan atau keistimewaan dibanding orang kebanyakan.Orang seperti ini tentu bisa berasal dari kalangan mana saja. Tak harus orang kaya, berpangkat atau aristokrat. Seorang pilihan bisa saja muncul dari seleksi alamiah atau hasil tempaan pengalaman yang tak terduga.

Tepis rasa kecewa dan frustrasi bila dihadapkan pada kegagalan. Karena suatu keberhasilan belum tentu sebuah kesuksesan, dan ketidak-berhasilan belum tentu pula sebuah kegagalan atau kesialan. Jangan bilang "Aku bukan pilihan", karena bukan tanpa alasan mengapa tidak menjadi yang terpilih.

Karena suatu alasan,
tak menjadi yang terpilih
walau sangat ingin.
Mungkin Tuhan memiliki alasan lain
mengapa tak terpilih,
mungkin bukan sebagai itu.

Tetapi pasti...
Itu bukan kekalahan,
itu adalah kemenangan.
Kemenangan karena sebuah kekalahan.

Semua terjadi karena suatu alasan.
Tetap, hidup tuk bersyukur pada Tuhan,
karena tak semua doa dikabulkan-Nya.
_***_



Share: