Penggalan Jurnal Kehidupan, Kisah, Inspirasi, Informasi, Tips, Opini

Rabu, 11 Februari 2009

Nge-Review Masa Lalu


To be correction for your self or just having fun?

Kenangan masa lalu yang manis serta membahagiakan, atau juga sedih hingga mengharu-birukan hati, bahkan kadang malah konyol sekaligus lucu seolah merupakan thriller movie yang selalu dapat kita lihat kembali kapan pun kita mau serta menjadi bukti eksistensi kita di masa-masa itu.

Anda adalah orang yang beruntung jika memiliki banyak kenangan itu tanpa terlewat satu momenpun. Tapi bagaimana jika anda justru kehilangan kenangan tersebut? Menyedihkan..

Karena banyak hal-hal yang telah kita lewati tanpa sedikit pun memberi kesan mendalam atau mungkin biasa-biasa saja, atau bahkan “nggak seru”. Masa sih? Yup, bisa jadi. Dan dengan alasan yang bisa jadi berbeda-beda pula bagi setiap individu.

Mungkin dapat dipastikan bagi yang memiliki banyak kenangan manis ingin rasanya mengulang kembali momen-momen itu. Tetapi sebaliknya bagi yang miskin dengan kenangan manis masa lalu atau dapat dikatakan lebih banyak kenangan pahitnya dibanding kenangan manisnya? Bagaimana?

Nggak lah ya.. ,
Sudah lupa tuh.. ,
Buang-buang waktu kalee.. ,
Cape deh..

Eit.. tapi tunggu dulu, kebayang nggak sih kalau saja kita sedikit berandai-andai dan berhayal bisa kembali ke masa-masa itu untuk memperbaikinya? Bagaimana? Gila.. tapi wow.. jadi penasaran juga. (Normal kan? Cuma sekedar having fun aj kok repot, hitung-hitung rekreasi imajinasi boleh juga tuh, he..he..he..).

Oks.. And now show time..
Mungkin dalam benak kita yang pertama kita persiapkan adalah menginventarisir sejumlah kesalahan yang pernah kita perbuat dulu. Yang mungkin pula daftarnya seperti ini :

Cuma contoh loh, masa seh.. he..he..he..

- Terhadap si "A" teman sekelas di SMP :













- Terhadap si "B" teman sekelas di SMP :

















- Lanjutin deh terserah terserah anda..








Selanjutnya?
Terlepas dari contoh diatas, sekarang tinggal terserah anda dong, mau nerusin tuh rekreasi imajinasi dengan sekedar having fun saja atau mau memperbaikinya sekarang juga dengan sisa waktu yang ada, selagi masih bisa? (jika masih memungkinkan dan yang pasti sudah bukan imajinasi lagi dong)

Salam tulus,
Image Hosted by ImageShack.us
Share:

Sabtu, 07 Februari 2009

Menggapai cahaya, redup tetapi abadi



Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada" (3)


Andai cahaya itu hanya kunang kunang yang tak secemerlang gemerlap bintang di langit malam, namun pendaran cahayanya adalah purnama di gelapnya belantara hati.

Dan sekalipun kenyataan kadang tak sanggup menyirnakan dahaga, namun bingkai mimpi adalah lukisan mata air yang takkan pernah kering...

Adakah geriap hati kan terbawa desiran angin malam ini?
Sementara sekedar mendesahkan nafas anginpun diam?
Adakah gambaran jiwa kan terlukis di kanvas putih tak berdebu?
Sedangkan warna ini begitu pudarnya hingga tak kasat mata?

Kembali ke keterasingan, terseret langkah setengah hati, hantarkan kembali rasa, hambar ...

(dari rasa yang hilang)
Image Hosted by ImageShack.us
Share:

Minggu, 11 Januari 2009

Jangan pernah menoleh kembali, jika angin pun begitu


Penggalan Gemerisik Ilalang, Sayup Di Telinga Membekas Di Rongga Dada" (2)


Gue sudah terlalu lama bersedih, dan jika bukan karena hari ini gue gak akan bisa berhenti. Seperti yang dulu pernah kau katakan, "Jangan pernah bersedih saat aku pergi dan takkan pernah kembali lagi. Jadi biarkan cinta... Simpan saja dalam kenangan. Hargai saja dengan apa yang telah kau miliki. Terangi dengan sepenuh cahaya yang hidup telah berikan padamu".

Telah kau ajarkan ke gue, cara menghargai kehidupan. Telah kau ajarkan pula, cara mencintai. Terimakasih untuk semua itu, untuk yang telah kau alirkan di setiap denyut nadi gue. Jadi biarkan cinta... Simpan saja dalam kenangan. Rasakan saja disetiap detak jantungmu. Hiasi dengan sepenuh cahaya yang hidup telah berikan padamu.

Gue sudah banyak menumpahkan air mata, dan jika bukan karena hari ini gue gak akan pernah bisa berhenti. Jadi biarkan cinta... Lihatlah tempat ia tumbuh menjadi... Seperti yang saat ini kau lihat menjadi yang pantas dicintai. Hargai saja dengan apa yang telah kau miliki. Berikan dengan seluruh pengharapan yang ingin kau rengkuh.

(dari yang terlupakan)

Image Hosted by ImageShack.us
Share:

Kamis, 01 Januari 2009

Spasi


Bukit dan lembah
diam..
Ada angin yang membelah
Titian lebar tak kasat mata

Awan putih di atas
Anak sungai mengalir di bawah
Ialah embun pagi..
Menerima kehendak alam
Menebar aroma mengundang
Pecundang..
Di langkah gontai
letih..

Ada angin yang membelah
Jalan arteri tak kasat mata

(dari hari hari terakhir 2008)

Image Hosted by ImageShack.us


Share: